Bimtek menghadirkan pemateri dari Direktur Kearsipan Daerah (KD) I, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Rudi Anton beserta tim teknis terkait Aplikasi Srikandi versi III. Kegiatan ini dihadiri 1.700 peserta yang merupakan pejabat pengelola arsip di masing-masing perangkat daerahnya tempat bertugas dan berasal dari 22 Provinsi, 259 kabupaten/kota se-Indonesia.
Rudi Anton mengatakan, sistem pemerintahan sejak diterbitkannya Perpres 2018 harus dipaksa untuk beralih dari penyelenggaraan pemerintahan berbasis tekstual kertas beralih ke sistem pemerintahan berbasis elektronik.
"Artinya semua proses pelayanan semua proses transaksi aplikasi antar OPD (organisasi perangkat daerah) di daerah dari OPD ke pusat dibawah urusannya misalnya dinas kesehatan antar pemerintah daerah dan provinsi dengan kementrian kesehatan termasuk kementerian dalam negeri dan antar kementerian dengan kementrian itu semua sudah berkomunikasi bertransaksi melalui Srikandi," kata Rudi.
Hal senada ditambahkan Kepala Diarpus Kukar, Aji Lina Rodiah yang berharap pelaksanaan Bimtek aplikasi Srikandi ini bisa berlangsung sukses sampai hari penutupan. Dirinya berharap semoga para peserta dapat menyerap dan mengaplikasikan di daerah masing-masing.
"Sehingga perjalanan Srikandi semua persuratan semua administrasi di kabupaten kota masing-masing bisa terlaksana dengan baik," harap Aji Lina Rodiah
Untuk di Kukar, pihaknya bersyukur pengelolaan kearsipan sudah berlangsung sangat baik, dan tahun ini pengelolaan arsip di OPD-OPD semakin baik nilainya dan juga semakin meningkat.
"Makanya kita baru kemarin mendapatkan penghargaan dari arsip nasional untuk pengelolaan di provinsi masih Kukar yang di atas, sangat baik," tegasnya. (*/kk)
Editor: Maruly Z