Penghargaan dan pin ini diserahkan langsung oleh Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Kepala DPMD Kukar, Arianto kepada para kades saat rangkaian apel pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2024 di Kecamatan Kembang Janggut, Sabtu (10/5/2024).
Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan, BBGRM kemarin dirangkai penyerahan piagam penghargaan dan pin desa yang mencapai desa mandiri di tahun 2023. Kukar pada tahun 2022 ada 46 desa mandiri dan di tahun 2023 ada 30 desa yang naik status menjadi desa mandiri.
“Total sekarang posisinya 76 desa mandiri, dan untuk 30 desa mandiri di 2023 itu ada piagam dan pin dari Kemendes yang kami minta pak bupati langsung menyerahkan kepada 30 desa,” kata Arianto.
Dia mengungkapkan, untuk pengukuran Indeks Desa Membangun (IDM) pada tahun 2024 ini akan melewati beberapa tahapan. Pada akhir Mei ini tingkat desa, nanti di bulan Juni akan dirapat plenokan di tingkat kecamatan dan kabupaten.
“Insyaallah Juli tahapan akhirnya, harapannya ini jadi atensi serius masing-masing kades,” ungkapnya.
Arianto menjelaskan, untuk menjadi status Kabupaten Kukar menjadi mandiri, Kukar harus menyentuh skor 0,8. Saat ini Kukar berstatus daerah maju dengan skor 0,76. Untuk tahun 2024 ini DPMD telah menargetkan akan ada penambahan skor naik menjadi 0,78 artinya mendekati mandiri.
“0,78 optimis bisa, karena kami sudah berhitung nanti kami akan mendorong tahun 2024 itu sesuai target yang diberikan kepada DPMD bisa menaikkan status desa berkembang atau desa maju menjadi mandiri itu 38 persen,” jelasnya.
Arianto menyebutkan dari 38 persen target yang ditetapkan untuk 2024 ini pihaknya telah berhitung dan menetapkan target akan menjadikan desa-desa pada 2024 minimal sebanyak 19 desa naik berstatus menjadi Desa Mandiri, baik itu yang saat ini statusnya berkembang maupun maju.
“Nanti kita intervensi kita kolaborasi dengan dinas terkait misalnya terkait dengan indeks ketahanan sosial kami akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan ada hal terkait dengan penyuluhan kesehatan misalnya Posyandu, tenaga medis itu akan kami intervensi semua tentu akan menambah skor jadi diprioritaskan oleh kawan-kawan di dinas teknis,” sebutnya.
Bupati Kukar, lanjut Arianto juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait dengan status IDM tahun 2023 untuk kemudian bertujuan mencapai IDM Kukar yang ditargetkan pada 2024. (*/kk)
Editor: Maruly Z