Apel Pencanangan BBGRM dipimpin langsung Bupati Kukar, Edi Damansyah kemudian dilanjutkan kegiatan gotong royong bersih lingkungan dan penanaman bibit pohon.
Kepala DPMD Kukar Arianto mengatakan BBGRM ini dilaksanakan di kecamatan-kecamatan dengan tujuan bisa lebih luas maknanya dan bisa dilihat serta diikuti langsung oleh masyarakat Kutai Kartanegara secara umum.
“Tahun 2022 di Kecamatan Loa Kulu Desa Loh Sumber, Tahun 2023 kita pusatkan di Tenggarong depan Kantor Bupati, nah 2024 ini kita pusatkan di Kembang Janggut karena kita inginkan adanya pemerataan lokasi dan harapan kita memang seperti yang Pak Bupati arahkan kepada kami-kami OPD,” kata Arianto.
Arianto mengungkapkan, sesuai arahan Bupati, setiap kegiatan OPD memang sebisa mungkin dilaksanakan di kecamatan-kecamatan, selama fasilitas dan sarana prasarana memadai ada di Kecamatan maka sebaiknya dilaksanakan di kecamatan seperti momentum peringatan BBGRM ini.
“Melibatkan kecamatan kecamatan yang jauh dari ibu kota sebaiknya dilaksanakan, kami memandang Apel BBGRM ini bisa dilaksanakan di kecamatan yang jauh dari Ibu Kota Kabupaten, kita pilih Kembang Janggut mewakili wilayah ulu,” ungkapnya.
Sehingga makna dan dampaknya juga dirasakan oleh masyarakat, seperti geliat ekonomi berdampak semua, penginapan di Kembang Janggut penuh semua, bahkan sampai rumah warga dan bahkan masjid dijadikan warga pendatang untuk menginap.
Arianto bersyukur setelah dilakukan evaluasi, Alhamdulillah kegiatan BBGRM 2024 dengan tema melestarikan budaya luhur bangsa untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan ini berlangsung lancar.
“Jadi selain melestarikan budaya luhur gotong royong itu dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, gotong royong itu bentuk partisipasi langsung masyarakat,” pungkas Arianto. (*/kk)
Editor: Aspian Nur