“Kalau kami ditarget kanwil hampir 20 ribu setiap tahun, yang agak banyak itu menyentuh 27 ribu,” kata Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kutai Kartanegara Aag Nugraha kepada Korankaltim.com Kamis (25/4/2024).
Dalam menentukan PTSL, BPN langsung turun ke lapangan untuk mencari titik lokasi tanah yang akan diakomodir dalam program tersebut.
“Kami cari rencana awalnya misal Kaltim ada berapa dikumpulkan dari 10 daerah, misal total ada sejuta sekian, dibagi dan memang sampai sekarang sudah tinggal sedikit,” paparnya.
Tantangan dalam menyelesaikan program PTSL di Kalimantan ini adalah tanahnya luas namun penduduknya sedikit, kemudian banyaknya perusahaan perkebunan dan sebagainya. Makanya ketika di PTSL jadi target asumsinya didasarkan dari kepadatan di peta citra foto satelit, kemudian usulan-usulan yang disampaikan para kades.
“Itu dijadikan dasar asumsi berapa banyak sih bidang tanah yang akan didaftarkan di BPN ini melalui program PTSL, kenyataannya banyak melencengnya,” ujar Aag.
Editor: Aspian Nur