Hamly menyebutkan, dirinya menghadiri Musrenbang tingkat kecamatan ada beberapa yang dikunjungi secara langsung yakni Samboja, Samboja Barat, Marangkayu dan Kecamatan Muara Muntai.
“Ada empat kecamatan yang saya kunjungi langsung, untuk di Muara Muntai itu sangat antusias sekali, khusus untuk Dinsos ini kaitannya kegiatan pelayanan dasar yang menjadi Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Dinas Sosial seperti disabilitas terlantar, anak terlantar, lansia terlantar penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) gelandangan dan pengemis serta kebencanaan,” jelasnya.
Dia mengatakan, khusus di Muara Muntai ini karena geografisnya adalah perikanan, maka banyak sekali kaitan-kaitannya dengan bantuan sosial yang harus di data agar tepat sasaran.
“Memang kaitannya misalnya dengan Dinas Perikanan itu kita kolaborasi dengan data yang ada di DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial),” jelasnya.
Hal ini jelasnya dilakukan agar data-data di masing-masing desa itu betul-betul orang yang layak menerima. Pada setiap pelaksanaan musrenbang ini, Dinsos berharap para kepala desa dan pihak Puskesmas, pengurus RT dan lembaga yang ada di desa memverifikasi dan validasi data.
“Kemudian melakukan paripurna dalam rangka musyawarah desa sesuai arahan pak bupati supaya itu tadi kita selalu mengupdate data-data kita manakala dia sudah tidak layak lagi ya sudah kita sampaikan bahwa mereka tidak akan menerima bantuan seperti itu, tapi akan kita coba usahakan untuk diberdayakan,” tegas Hamly. (*/kk)
Editor: Maruly Z