Karhutla tersebut diketahui terjadi di sekitar areal perkebunan sawit milik PT Prima Mitrajaya Mandiri (PMM) yang kemudian melaporkannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar.
"Usai menerima laporan sekitar pukul 17.15 WITA, BPBD Kukar langsung menurunkan tim ke lokasi kejadian dengan menggunakan tiga unit mobil," kata Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Abdal pada Jumat (1/3/2024).
Dijelaskannya, tim yang diberangkatkan ini baru tiba pada Kamis (29/2/2024) malam dan langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah memasuki waktu Jumat (1/3/2024) dini hari, tim beristirahat dan melanjutkan pemantauan di pagi hari.
"Untuk luasan yang terbakar masih belum diketahui. Kemudian dari laporan anggota di lapangan baru sebagian yang berhasil dipadamkan. Ini kita masih menunggu laporan lebih lanjut," bebernya.
Sementara itu, diperkirakan jenis lahan terbakar ini adalah lahan gambut yang berada di sekitar areal perkebunan sawit, bahkan mulai masuk areal perkebunan sawit. Tim BPBD Kukar dibantu oleh pihak perusahaan untuk memadamkan api.
Disampaikan oleh koordinator lapangan (korlap) tim BPBD Kukar yang bertugas, Novan Fahrozie mengatakan, api masih terlihat di beberapa titik dan berupaya dijangkau oleh tim di lapangan.
"Kalau perkiraan, luasan yang terbakar mencapai 50 hektare. Saat ini tim masih terus berupaya menjangkau titik api dan memadamkannya," tutupnya.
Editor: Maruly Z