Jainul diketahui berangkat melalui jalan perkebunan sawit PT Hamparan Sentosa di Desa Menamang Kanan, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sebab, kedua desa beda kabupaten ini lokasinya memang cukup dekat.
Jainul diketahui sempat berkomunikasi dengan istrinya dan mengatakan baru berangkat pada Kamis (22/2/2024) lalu. Tetapi saat kembali dihubungi oleh istrinya, handphone milik suaminya sudah tidak aktif lagi. Sehingga diduga suaminya tersesat dan baterai handphone nya habis karena sampai malam hari tidak kunjung datang.
Dugaan kejadian ini kemudian dilaporkan ke tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar pada Sabtu (24/2/2024) dan langsung melakukan koordinasi dengan Basarnas dan kemudian menurunkan tim pencari.
Upaya pencarian dilakukan pada Sabtu (24/2/2024) namun belum membuahkan hasil dan kembali dilanjutkan pada Minggu (25/2/2024). Tetapi pencarian ini akhirnya dihentikan setelah tidak mendapat tanda keberadaan dari Jainul. Selain itu juga karena ada permintaan penghentian pencarian dari pihak keluarga.
"Pada Minggu (25/2/2024) siang, tim didatangi oleh pihak keluarganya dan meminta upaya pencarian dihentikan," kata Koordinator Lapangan tim SAR BPBD Kukar yang tergabung dalam tim Basarnas, Novan Fachrozie.
Penghentian upaya pencarian ini juga dibenarkan oleh Kapolsek Muara Kaman, Iptu Larto. Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kapolsek ini mengatakan bahwa pihak keluarga benar telah meminta upaya pencarian dihentikan.
"Iya benar, sudah ada tanda tangan kesepakatan juga bahwa upaya pencarian ini dihentikan yang diajukan pihak keluarga dan diketahui anggota Polsek Muara Kaman," ujarnya.
Editor: Maruly Z