"Itu (taman) dibangun dengan anggaran pemerintah dan difungsikan untuk fasilitas umum. Tentunya saya berharap kepada masyarakat kita sama-sama saling menjaga supaya itu bisa berumur Panjang, jadi tidak ada pemborosan terhadap keuangan negara kita," kata Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono kepada korankaltim.com, Jumat (16/2/2024).
Ia berharap ada semacam kesadaran dari seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga taman-taman kota ini, karena semua itu dibangun menggunakan dana APBD kemudian digunakan untuk fasilitas umum.
Untuk di taman titik nol kawasan Museum Mulawarman dan Pasar Seni Tenggarong, pada beberapa waktu lalu sempat viral lantaran banyaknya sampah berserakan. Menyikapi hal ini, Wiyono cukup prihatin dan mengajak semua masyarakat lebih sadar dan peduli lagi terhadap kebersihan taman kota karena keindahan dan kebersihan kota adalah cerminan masyarakat Tenggarong itu sendiri.
"Nah itu yang memang kita harapkan kesadaran masyarakat kan sudah kita siapkan beberapa titik tong sampah, harapannya difungsikanlah tong sampah itu jangan sampai buang sembarangan, karena itu cerminan masyarakat nanti masyarakat dari luar menilai kurang positif, sementara kita sebagai daerah wisata tentunya kita harus menjaga itu," harapnya.
Ketika ditanya apakah taman titik nol ini masih akan dilanjutkan atau ada kegiatan pembangunan lagi ke depannya, Wiyono menegaskan bahwa taman ini sudah rampung pengerjaannya.
"Taman titik nol sudah selesai, mungkin untuk selanjutnya saya lihat di situ masih agak gelap, mungkin dari sisi lampunya, tapi kan penerangan itu kayaknya bukan dari PU, sebelumnya itu saya tidak tahu dari mana, tapi nanti akan kita serahkan ke OPD teknisnya siapa yang mengelola apakah DLHK atau dari mana supaya nanti bisa terkoordinir," tegas Wiyono.
Editor: Maruly Z