Hal ini menyikapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah usai. Pada setiap gelaran pemilu disadari atau tidak pasti menimbulkan kerenggangan di tengah masyarakat yakni antara kubu pendukung salah satu calon dan pendukung calon lainnya.
"Pemilu sudah usai, jika diantara kita kemarin ada yang sempat bersitegang karena berbeda pilihan sehingga memutus tali silaturahmi, sudah hentikan itu, mari rajut kembali tali silaturahmi kita bersama dan kedepankan persatuan kesatuan bangsa," kata Bisyron kepada korankaltim.com, Jumat (16/2/2024).
Dirinya mengakui berbeda-beda pilihan itu wajar, namun yang tidak wajar dan tidak dewasa adalah ketika gara-gara beda pilihan itu membuat kita terpecah belah antar satu dan lainnya. Kemudian menang dan kalah itu juga hal yang lumrah, karena dalam setiap kompetisi kontestasi pasti ada yang menang dan ada yang kalah.
"Kalau sudah siap menang ya harus siap kalah juga, yang penting kita tetap bertegur sapa dengan keluarga tetangga teman kerabat kita, jangan gara-gara beda jagoan yang dipilih kita putus tali silaturahmi," ungkapnya.
Bisyron menegaskan jangan sampai pemilu ini membuat pekerjaan utama dan hubungan antar sesama masyarakat terganggu.
"Ketika kita sakit, kan yang menjenguk kita saudara kita, tetangga kita bukan anggota dewan yang kita bela mati-matian itu. Begitu juga jika nanti kita meninggal tidak mungkin juga presiden atau wakil presiden yang kita bangga-banggakan itu melayat dan mengantarkan kita ke pemakaman, pasti saudara tetangga dan orang-orang terdekat kita. Ayolah move on pemilu sudah selesai dan mari kita lanjutkan hal-hal yang produktif bagi diri kita dan keluarga," tegasnya.
Editor: Maruly Z