Kepastian ini disampaikan Sekretaris SK2, Sayid Fathulah yang mengungkapkan tempat acara pelantikan akan digelar di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong.
“Insyaallah yang akan melantik kepengurusan Sempekat Keroan Kutai adalah Sultan Kutai dan pak bupati juga Insyaallah akan hadir jadi memang Sempekat ini dengan pihak kesultanan hubungannya sangat baik bahkan pihak kesultanan itu saking senangnya itu acara pelantikan etam masuk dalam rangkaian Kaseh Selamat Sultan yang pada pekan ini berulang tahun ke-73,” kata Sayid kepada korankaltim.com, Selasa (6/2/2024).
Dia menjelaskan, Sempekat Keroan Kutai ini awal mula terbentuk sejak 2006 pada masa pemerintahan Bupati Kukar almarhum Syaukani HR. Periodesasi kepengurusan pertama diketuai Awang Yacoub Luthman, kemudian dilanjutkan oleh DR Sabran, sempat mengalami kevakuman dan akhirnya pada pelaksanaan Sempekat Pore III atau Musyawarah Besar (Mubes) III di November 2023 lalu menetapkan Thauhid Afrilian Noor sebagai Ketua Umum atau disebut dengan Petinggi Pore.
“Sekarang diteruskan lagi oleh dengsanak Thauhid Afrilian Noor, kepengurusan 5 tahun, meski sempat vakum dan ini jalan, kontribusi Sempekat Keroan Kutai antara lain bahasa Kutai kita masuk di muatan lokal, membuatkan kamus bahasa Kutai, kemudian berbagai macam kontribusi termasuk dorongan pembuatan Perda kebudayaan daerah,” jelasnya.
Sayid memaparkan dalam berbudaya dan bersosial kemasyarakatan di tanah Kutai, pihak kesultanan memegang rambu-rambu pada Kitab Panji Selaten dan Brajaniti, dan hal ini jua lah yang dipegang teguh oleh Sempekat Keroan Kutai untuk memperkuat dan menjaga nilai-nilai budaya asli Kutai.
“Kitab Panji Selaten dan Brajaniti itukan merupakan semacam rule of law di kerajaan Kutai yang banyak mengatur sendi-sendi kehidupan, berpemerintahan berkelingkungan, kemudian adat budaya termasuk corak ornamen bangunan khas Kutai Kartanegara yang disebut Tambak Karang, jadi Sempekat ini dibentuk menjadi penguat nilai-nilai budaya Kutai Kartanegara yang sudah ada, jadi bukan menciptakan baru, etam disini memperkuat menguatkan melestarikan budaya Kutai guna mendukung sector pariwisata Kutai Kartanegara,” demikian Sayid.
Editor: Maruly Z