Ditemui awak media usai memimpin rapim, Akmal Malik mengatakan, rapat awal tahun ini bentuk konsolidasi seluruh OPD dengan meminta pemaparan masing-masing pimpinan OPD terkait perencanaan 2024 dengan memperhatikan capaian-capaian makro yang sudah diraih di 2023.
“Jadi memang walaupun semua OPD sudah menyusun perencanaannya, saya paling stressing (penekanan) tadi adalah bagaimana masing-masing OPD memastikan perencanaan triwulan pertama itu betul-betul tidak cuma formalitas saja tapi betul-betul bisa real,” katanya.
Hal ini jelasnya dilakukan agar bisa menjadi langkah awal untuk semua OPD selanjutnya bisa melaksanakan kegiatan di triwulan 2, triwulan 3 dan triwulan 4. Akmal Malik mengungkapkan dari Rapim tadi masih ada beberapa OPD yang dinilai perencanaannya kurang wajar.
“Menurut saya ada persoalan perencanaannya yang agak kurang wajar, agak jomplang, ada tadi triwulan pertama 75 persen, harusnya kan sesuai dengan ketentuan regulasi Permendagri itu triwulan pertama itu 20 persen, kedua 30 persen, triwulan ketiga 30 persen triwulan keempat 20 persen,” ungkapnya.
Jadi tidak begitu banyak ada yang jomplang. Menyikapi hal ini dirinya meminta OPD terkait segera melakukan perencanaan lagi agar lebih realistis, sehingga realisasi anggaran juga lebih pasti. Akmal menegaskan kata kuncinya ada pada perencanaan, kalau perencanaannya tidak tepat, pasti realisasinya akan kurang. Dirinya juga ragu pada OPD yang mengalokasikan 75 persen di triwulan pertama.
“Apa itu bisa jalan? maka saya kejar tadi ternyata memang itu tidak mungkin impossible ini saja sudah Februari, Maret tidak mungkin jadi saya minta lebih realistis saja yang lain-lain intinya ini adalah persiapan agar kita bisa melangkah lebih baik di 2024,” demikian Akmal.
Editor: Maruly Z