Dalam postingan video berdurasi 15 detik tersebut tampak air yang keluar dari keran berwarna hitam seperti kopi. Seketika, warga merasa cemas dengan kondisi ini dan enggan menggunakannya untuk keperluan masak, cuci dan mandi.
Menanggapi hal ini, Kasubag Humas Perumda Tirta Mahakam, Wahono tidak menampik kabar tersebut, namun kondisi air saat ini sudah normal dan jernih kembali.
"Menurut laporan resmi yang baru kami terima dari Kepala Cabang 99 (Sangasanga) itu kondisi kemarin karena mati listrik. Karena mati Listrik, jadi kotoran yang ada di pipa distribusi itu mengendap, nah setelah listrik kembali nyala kotoran yang endapan itu tadilah yang ikut terdistribusi ke pelanggan," ungkapnya kepada korankaltim.com, Jumat (2/2/2024).
Wahono atas nama Perumda Tirta Mahakam secara kelembagaan memohon maaf kepada warga Sangasanga atas pelayanan distribusi air bersih yang sempat membuat masyarakat cemas. Dengan cepat tanggap pihaknya langsung mengganti pipa yang mengalami korosi tersebut dengan pipa yang kondisinya lebih baik, lalu kemudian menormalkan kembali distribusi air ke pelanggan.
"Dan hari ini seperti yang video dikirim oleh kawan-kawan yang bertugas di Sangasanga, Alhamdulillah sudah jernih dan layak dikonsumsi. Memang kami akui di Sangasanga pipa kami sering korosi karena air baku di sana kandungan zat besinya tinggi sekali, juga kan kandungan air di sana berjenis payau," tegas Wahono.
Editor: Maruly Z