Sabran, Panglima Muda Sempekat Keroan Kutai didapuk jadi pembicara pada kegiatan yang dirangkai dengan pertunjukan spesial dari Jaranan Buto dan Jepen Rentak Belenggang SDN 10 Tenggarong, stand up comedy dari Dimas Prasetya, Hesya Putri, Sukardi Wahyudi, Busu Topan, Busu Iman dan JMOE official ini.
Berbudaya menurut Sabran merupakan pembangunan yang berkaitan dengan Sumber Daya Manusia (SDM), apalagi 2024 Agustus mendatang Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah mulai bergerak.
"Mau tidak mau warga Kukar harus melakukan percepatan perubahan, ada transformasi di bidang pengembangan kualitas SDM. Semua dimulai dari budaya dulu, pengembangan ekonomi kreatif pengembangan seni budaya kemudian yang lainnya," kata Sabran kepada Korankaltim.com, Minggu (28/1/2024).
Tugas itu adalah kerja sama antara pemerintah masyarakat, kalangan dunia usaha pihak swasta dan juga termasuk dari sisi pengembangan lembaga pendidikan.
"Apalagi Kukar posisi tiga kecamatannya sudah masuk ke IKN otomatis pendapatan dana bagi hasil akan turun. Karena tantangan semakin dinamis itulah Sempekat Keroan Kutai membuka pemikiran dari sisi ekonomi sosial budaya ditawarkan ke masyarakat supaya masyarakat sudah bisa mampu mendorong peningkatan kemampuan SDM-nya. Termasuk kolaborasi semua pihak meningkatkan kualitas SDM dan itu juga kaitannya dengan para pendatang yang termasuk mau tidak mau persaingan itu pasti terjadi kita harus siap," ucap Sabran.
Masih ada ruang dan waktu untuk bersama-sama meningkatkan kapasitas dan kemampuan SDM, inilah yang ditawarkan Sempekat Keroan Kutai. Jadi banyak yang bisa dilibatkan mencoba untuk mengalihkan kekuatan ekonomi itu bukan di SDA jadi dari sisi kemampuan yang dimiliki oleh masyarakat lokal Kutai Kartanegara," paparnya.
"Di Sempekat Keroan Kutai termasuk diantaranya membangun masyarakat berdasarkan sisi keunggulan lokal, itu akan menggali dan mereka pasti akan muncul sehingga para organisasi pemerintah daerah pelaku usaha pelaku seni pasti berdampak ketika dilakukan hal-hal seperti itu, inilah yang kami tawarkan yaitu integrated sistem antara beberapa pelaku sehingga itu memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal Kutai Kartanegara," tutup Sabran.
Editor: Aspian Nur