IKD merupakan data kependudukan versi digital yang diakses melalui smartphone, namun untuk menggunakannya masyarakat harus melakukan aktivasi terlebih dahulu dengan didampingi petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
Sebagai upaya percepatan aktivasi IKD di Kutai Kartanegara, Disdukcapil Kukar menargetkan 50 ribu jumlah aktivasi IKD di tahun 2024 dan Kepala Disdukcapil Kukar M Iryanto berharap hal ini bisa didukung dengan kemudahan aktivasi yang sudah bisa dilakukan di 20 Kecamatan.
"Kami targetkan 50 ribu aktivasi IKD tahun 2024 ini. Andai sistem aktivasi IKD dari pusat sudah bisa menggunakan teknologi Face Recognition (FR) maka sangat dimungkinkan targetnya bisa menembus 100 ribu IKD," kata Iryanto kepada Korankaltim.com, Minggu (21/1/2024).
Segala upaya untuk percepatan telah dilakukan Disdukcapil agar pelayanan aktivasi IKD ini bisa mudah diakses oleh masyarakat, diantaranya dengan sistem pelayanan jemput bola ke desa dan kelurahan yang ada di Kukar.
"Untuk aktivasi IKD terus berjalan, saat ini juga leading se-Kaltim, kalau presentasenya sudah 19 persen dari target tahun 2023 yakni 20 ribu orang lebih. Alhamdulillah kami mau coba lagi percepatan di 2024, supaya lebih banyak lagi yang sudah bisa diaktivasikan. Karena sudah kita informasikan ke masyarakat, bahwa pelayanan aktivasi itu bisa dilakukan di Kantor Camat. Jangan sungkan-sungkan, pokoknya datang bawa handphone minta aktifkan itu aja, karena belum ada cara yang lain yang lebih cepat selain cara tersebut," papar Iryanto.
Hal ini sebuah terobosan bagi Kukar, karena untuk aktivasi IKD ini kalau di kabupaten lain justru masyarakat harus ke Disdukcapil sementara kalau di Kukar selain ke Disdukcapil, Mall Pelayanan Publik (MPP), juga ada bisa dilakukan di 20 kantor camat se-Kukar.
"Lebih mudah, tidak harus ke Disdukcapil, mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkan kemudahan tersebut, yang suatu saat pasti dipakai. Saat ini kan baru tahap transisi saja makanya belum terlalu diketatkan penggunaan IKD," harap Iryanto.
Editor: Aspian Nur