"Kami itu minimal dua kali dalam sebulan melakukan patroli malam, jadi disaat warga sedang tertidur pulas kami berpatroli memastikan bahwa jaringan perpipaan dan distribusi layanan Perumda Tirta Mahakam baik-baik saja tidak terjadi gangguan," kata Direktur Utama Perumda Tirma Kukar, Suparno kepada korankaltim.com, Kamis (18/1/2024).
Semisal dalam kegiatan patroli terjadi gangguan kebocoran jaringan ataupun terjadi hal-hal yang berkaitan gangguan pelayanan distribusi air ke pelanggan, tim patroli malam Perumda Tirta Mahakam juga dengan sigap langsung menyikapinya.
Dengan beranggotakan 15-20 personel, tim patroli yang diinisiasi oleh Tim Non Revenue Water (NRW) Perumda Tirta Mahakam ini membagi wilayah kerjanya dengan 3 hingga 4 kelompok per tim.
"Kita bagi tim dengan membagi masing-masing kawasan jangkauan untuk dilakukan patroli, semua bagian turun dari kami selaku kepala cabang, ada kepala Tim NRW juga terjun langsung, jadi semua kerja tim dan wilayah yang teritorialnya luas bisa kita jangkau semua dengan pembagian tim, seperti yang kami rutin lakukan 2 kali dalam sebulan di kawasan Tenggarong," ungkapnya.
Meskipun ada tim patroli Perumda Tirta Mahakam, Sutikno berharap seluruh masyarakat selaku pelanggan Tirta Mahakam juga terlibat aktif dalam menjaga sarana prasarana penunjang distribusi air bersih yang ada di lingkungannya masing-masing.
"Minimal menjaga keberadaan water meter miliknya sendiri, selain itu ketika mendapati ada kebocoran segera informasikan ke kami, dengan segera, sehingga kami pun akan langsung mengatasinya. Tidak usah saling hujat yang terpenting dan utamakan kita tetap saling rakat," pungkasnya.
Editor: Maruly Z