Untuk terus meningkatkan jumlah pengunjung di setiap hari dan di puncak akhir pekan, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) merencanakan penambahan teropong.
"Setelah dibuka pada 1 Januari, Planetarium sudah penuh pengunjung. Harapannya akan tetap penuh ke depannya. Menurut saya, Planetarium adalah langka di Kalimantan Timur dan Kalimantan pada umumnya. Tempat ini memiliki nilai edukasi yang penting," kata Kepala Dispar Kukar, Slamet Hadiraharjo saat dikonfirmasi korankaltim.com, Jumat (12/1/2024).
Seperti diketahui, teropong yang merupakan alat optik untuk menangkap objek yang sangat jauh ini akan menjadi salah satu fasilitas tambahan, dan sudah seharusnya dimiliki oleh planetarium. Teropong ini berfungsi untuk melihat bintang-bintang atau objek yang ada di langit lainnya secara detail sehingga menambah wawasan dan ilmu pengetahuan alam.
Slamet menyatakan meskipun keinginan pihaknya mengembangkan objek wisata Planetarium dengan menambah teropong, namun untuk tahap awal ini akan difokuskan pada penayangan film antariksa di planetarium yang sejauh ini banyak digemari oleh anak-anak sekolah dari tingkatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) taman kanak-kanak, hingga sekolah dasar.
"Film yang ditampilkan di planetarium memiliki nilai edukasi yang berbeda. Planetarium adalah hal yang langka, bukan hanya di Kaltim, tetapi juga di Indonesia. Untuk proyek saat ini adalah menghidupkan film tentang antariksa terlebih dahulu," sebutnya.
Harapannya adalah memiliki teropong bintang di sekitar planetarium. Pembangunan teropong saat ini sedang direncanakan. "Kami juga berharap adanya teropong baru dapat meningkatkan daya tarik Planetarium dan meningkatkan kunjungan wisatawan, baik lokal maupun dari luar daerah. Dengan demikian, diharapkan PAD dari sektor pariwisata juga akan meningkat," demikian Slamet.
Editor: Maruly Z