Bahkan di setiap kecamatan rutin mendatangkan artis ternama untuk mengisi acara menghibur masyarakat dalam setiap momen festival atau pentas seni budaya yang disuguhkan.
Menyikapi hal ini, anggota DPRD Kabupaten Kukar Firnadi Ikhsan menyoroti alokasi anggaran pemerintah daerah yang digelontorkan untuk berbagai macam kegiatan sepanjang tahun 2023 tersebut.
Di tahun 2024 ini anggaran Kukar menyentuh angka Rp13,4 Triliun dan diharapkan porsinya bisa lebih besar untuk pembangunan infrastruktur dibandingkan dengan kegiatan yang bersifat hiburan sesaat. “Saya sendiri sebenarnya secara kedinasan yakni tugas banggar di badan anggaran saya sudah mengecek di rapat anggaran bagaimana pola belanja pemerintah terhadap penyelesaian tunggakan infrastruktur dan itu hampir semua yang disampaikan oleh kawan-kawan itu ada dalam anggaran tahun 2024,” ujar Firnadi kepada Korankaltim.com, Kamis (4/1/2024).
Artinya besar gelontoran anggaran dari Rp13,4 Triliun di tahun ini akan banyak dialokasikan untuk penyelesaian pembangunan infrastruktur yang belum rampung di tahun 2023. “Di berbagai tempat-tempat itu yang diwakili oleh kawan-kawan dewan ini baik di Muara Badak, Muara Muntai ada nah itu artinya besar, berkaitan dengan infrastruktur itu insya Allah tercover di sana (infrastruktur fisik, red),” paparnya.
Selain infrastruktur fisik, DPRD juga memberikan sorotan pada peningkatan sumber daya manusia (SDM) seperti contoh di bidang perikanan. Dewan menyoroti tentang banyak dan perlunya optimalisasi program terkait bukan hanya perlu bantuan peralatan saja, tapi juga peningkatan SDM.
“Peningkatan SDM dan itu juga sudah disampaikan dan mendapat respon positif dari pemerintah cuma kalau secara khusus kepada konser-konser itu begini saya belum bisa berkomentar terkait berapa sih prosentasenya,” ucap Firnandi lagi.
Politikus PKS ini menyebut tidak anti dengan kegiatan yang bersifat hiburan atau entertainment melalui festival dan pentas seni budaya semacamnya, karena dalam sebuah konteks kehidupan ini memang diperlukan juga hiburan tersebut. “Tapi jangan sampai porsinya melebihi dari porsi infrastruktur tapi saya yakin tidak begitu tidak melebihi itu. Artinya kita memandang itu tetap perlu ada rasa bahagia itu bisa juga dari seni budaya yang berkembang di kita nantinya jangan terlalu banyak, harus infrastruktur yang diutamakan jadi cara membandingkan memang saya tidak punya data terkait festival dan hiburan itu tapi saya sudah menanyakan terkait infrastruktur dan itu semua hal besar yang menjadi isu di masyarakat itu tercover di 2024,” tegas Firnandi.
Editor: Aspian Nur