Beroperasinya planetarium tersebut sudah dimulai sejak Senin (1/1/2024) kemarin dan mulai ramai dikunjungi oleh masyarakat. "Iya sudah mulai beroperasi, harapan kami ini bisa seterusnya beroperasi sebab ada nilai edukasi yang didapat dari sini," kata Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Slamet Hadirahardjo pada Selasa (2/1/2024).
Planetarium ini kembali dioperasikan setelah ada perbaikan dalam beberapa peralatan sehingga pemutaran film antariksa sudah bisa dilihat kembali oleh pengunjung. Selain itu, planetarium ini merupakan barang yang langka dan perlu dipelihara serta dihidupkan kembali. "Karena hanya ada beberapa yang memiliki planetarium, termasuk di Kukar ini," tambahnya.
Selain menghidupkan kembali perfilman antariksa, kedepannya planetarium ini juga akan mengembangkan teropong bintang. "Teropongnya sudah ada, tinggal penempatannya saja yang masih kita rencanakan dimana," imbuhnya.
Sementara itu, sejak dibuka pada Senin (1/1/2024) kemarin, planetarium tersebut sudah mulai ramai dikunjungi. Bahkan dalam satu hari tersebut sampai dilakukan penanyangan film antariksa sebanyak delapan kali.
"Untuk kapasitas sekali film antariksa ini diputar bisa mengakomodir sekitar 90 kursi. Sekaligus dalam pemutaran perdana kemarin kita mencoba proyektor baru," kata operator planetarium, Wedy Handoko.
Pengunjung yang datang mayoritas dari Tenggarong namun ada juga dari Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Samarinda. Para pengunjung datang setelah mengetahui rencana dibukanya planetarium sejak seminggu yang lalu melalui media sosial (medsos).
"Antusiasnya cukup bagus, mereka mengatakan bahwa sangat mengedukasi. Untuk hari ini tadi kita juga buka, sudah tiga kali pemutaran film. Tidak sebanyak kemarin karena anak-anak sudah mulai masuk sekolah," tutupnya.
Editor: Maruly Z