"Pengelolaan air minum itu ada kerja sama kita aplikasikan baik teknologinya, seperti di Kukar inikan tidak bisa 100 persen memperoleh air baku yang cukup, ada dua kecamatan yang tidak memiliki air permukaan seperti Muara Badak dan Muara Jawa kita harus menggunakan sumur dalam," kata Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Mahakam Suparno didampingi Kasubag Humas, Wahono kepada korankaltim.com, Kamis (28/12/2023).
Selain memanfaatkan sumur dalam, salah satu inovasi yang mungkin ditempuh oleh Perumda Tirta Mahakam dalam pengolahan air baku yaitu memanfaatkan sumber air eks lubang galian tambang seperti di kawasan Kecamatan Tenggarong Seberang dan Tenggarong terutama yang posisinya jauh dari sungai Mahakam.
"Di Bukit Pariaman kita menggunakan ex void tambang dan sebagian Loa Ipuh Darat ada ex void juga, jadi jika ada teman-teman yang memiliki teknologi jika itu dalam mengolahnya bisa menguntungkan, lebih efisien kenapa tidak kita maksimalkan, pola kerja sama dengan siapapun saling menguntungkan saya pikir tidak ada salahnya," terangnya.
Yang terpenting lanjut Suparno siapa pun rekanan yang bisa diajak kolaborasi, mampu menghasilkan produksi air bersih yang bagus, baik itu dari segi kuantitas maupun kualitas serta yang terutama adalah aspek kontinyuitas tetap menjadi yang prioritas.
"Intinya bisa mengolah air se-efisien mungkin namun dengan air yang sesuai kualitas kesehatan dan percepatan pelayanan itu yang kita inginkan," demikian Suparno.
Editor: Maruly Z