Cold room ini telah diresmikan Bupati Kukar Edi Damansyah, pada Selasa (26/12/23) kemarin di Jalan Imam Bonjol Tenggarong. Kukar menjadi kabupaten/kota pertama di Kaltim yang memiliki fasilitas cold room ini.
Edi mengatakan, dengan adanya tempat penyimpanan vaksin maka ketersediaan vaksin nantinya terpusat di gedung farmasi. Selama ini vaksin berada di rumah sakit yang disimpan di kulkas atau lemari es biasa.
"Kami berharap adanya fasilitas cold room ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan bisa bermanfaat bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar Martina Yulianti menjelaskan, ruangan penyimpanan vaksin membutuhkan perhatian khusus karena vaksin merupakan persediaan biologis yang rentan terhadap perubahan temperatur lingkungan.
Kemudian penyimpanan dilakukan agar tetap aman dan tidak mudah terkontaminasi dengan zat-zat luar yang akan merusak mutu dan kualitas vaksin itu sendiri hingga saatnya didistribusikan.
"Karena dengan penyimpanan vaksin, umumnya produk vaksin harus didinginkan pada temperature 2-8 derajat celcius dan tidak membeku. Rantai pendingin sangat penting untuk produk vaksin dan tidak boleh putus, maka pada saat transportasi untuk pengiriman produk vaksin," jelasnya saat dikonfirmasi korankaltim.com, Rabu (27/12/2023).
Yuli menyebutkan cold room ini memungkinkan penyimpanan lebih banyak vaksin, 10 kali lipat lebih banyak dibandingkan kulkas vaksin biasa yang hanya mampu menampung 1.000 vaksin. Dan cold room ini baru pertama kali di kabupaten/kota.
“Baru Kukar yang punya, kalau di provinsi sudah ada. Harapannya dengan adanya cold room ini, kualitas pelayanan kita ke masyarakat semakin baik khususnya untuk menjaga stabilitas vaksin agar sampai kepada pasien dan vaksin itu aman dengan kualitas yang semestinya,” tegas Dokter Yuli sapaan akrabnya.
Editor: Maruly Z