Aksi ini mereka lakukan di beberapa titik yang dimulai dari Taman Kota Raja, Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
"Kami dari aliansi mahasiswa Kutai Kartanegara menuntut Pemilu 2024 mendatang harus berjalan dengan damai," ucap koordinator lapangan (korlap) aksi, Fikri.
Dalam aksi tersebut, sejumlah mahasiswa mengajak dan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat mengawal jalannya proses pesta demokrasi pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang agar pemilu berjalan sebagaimana mestinya yang bebas dari segala bentuk hoax, provokasi dan hal hal lain yang mencederai jalannya pesta demokrasi.
Mereka juga mendukung tugas TNI-Polri, KPU dan Bawaslu untuk bersama-sama menjaga jalannya tahapan pemilu tahun 2024 agar tercipta Pemilu yang bersih adil dan damai.
Ada beberapa poin yang disampaikan dalam aksi damai berdasarkan hasil analisis kajian Aliansi Mahasiswa Kutai Kartanegara.
Diantaranya adalah politik uang yang sudah dianggap sulit untuk dihilangkan. Dimana hal tersebut dapat mencederai pesta demokrasi dan berdampak buruk. Selanjutnya mengenai kampanye negatif dan kampanye hitam dengan mengungkap kelemahan atau kesalahan lawan politik hingga menyebarkan isu berupa foto,video dan lainnya dalam bentuk hoax untuk menjatuhkan lawan politik.
"Kedua hal tersebut juga kerap muncul di dalam kontestasi pemilihan umum sebagai bentuk serangan terhadap lawan politik. Untuk itu, masyarakat kita imbau untuk cari tahu dahulu tentang kebenarannya karena dapat membahayakan stabilitas sosial dan keamanan," bebernya.
Serta yang tidak kalah penting adalah terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan Pasal 24 UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Kewajiban Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam menjunjung netralitas ini, berarti tidak boleh adanya keberpihakan dari ASN terhadap salah satu calon atau partai politik.
"Untuk itu, perlunya bantuan pengawasan dari masyarakat yang mengetahui ataupun melihat hal tersebut agar dapat melaporkan ke pihak Bawaslu," timpalnya.
Kegiatan yang dilakukan mahasiswa ini berlangsung selama sekitar satu jam l dan berjalan lancar dengan mendapatkan pengawasan dan pengamanan dari pihak Polres Kukar.
Sebelum membubarkan diri, aksi ini kemudian berpindah menuju simpang tiga lampu merah DPRD Kukar untuk membagikan selembaran brosur yang berisikan ajakan untuk mengawasi jalannya pemilu 2024.
"Kegiatan kami ini menjadi langkah awal hidupnya pergerakan mahasiswa di Kabupaten Kukar dan nantinya akan ada lagi aksi selanjutnya dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi," tutupnya.
Editor: Maruly Z