Sebanyak 57 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti kegiatan yang sudah dilaksanakan ketiga kalinya oleh Pesantren Taubatan Nasuha sejak diresmikan pada 2021 ini. Adapun ujian terbuka yang dilakukan yaitu kategori juz 1- 3, dan juz 28- 30.
Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong, Agus Dwirijanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak baik itu para petugas maupun para ustadz. "Kegiatan ini sebagai bukti bahwa setiap orang khususnya WBP bisa berubah menjadi baik dan bahkan lebih baik lagi," katanya.
Ujian ini melibatkan tiga penguji yang secara acak akan membaca surah dan selanjutnya dilanjutkan oleh WBP untuk diuji hafalannya. Agus Dwirijanto menambahkan, tidak semua Lapas bisa memiliki program pesantren seperti Lapas Tenggarong ini. "Jadi ini adalah sebuah kebanggaan yang harus dipertahankan dan dijaga eksistensinya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Napi dan Didik (Binadik) Lapas Tenggarong Ahmad Harnadi menjelaskan, nanti setelah WBP mengikuti ujian akan dilanjutkan wisuda santri. "Nantinya santri yang dinyatakan lulus akan dikembalikan ke blok-blok kamar hunian untuk ditugaskan sebagai guru ngaji," tegas Harnadi.
Editor: Maruly Z