Kegiatan pengaspalan ulang ini diperkirakan membutuhkan waktu beberapa hari. Untuk kelancaran kegiatan pengaspalan ini, maka akan dilakukan pengaturan lalu lintas jalan dengan melakukan penutupan sementara demi keamanan bersama.
"Jembatan itu bukan ditutup total, satu jalur tetap kita buka. Cuma untuk keamanan bersama, kendaraan berat jangan lewat dulu saat proses pengerjaannya," kata Kepala Bidang Bina Marga , Linda Juniarti melalui JF Penata Kelola Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Yudi Irawan pada Sabtu (9/12/2023).
Pengaturan lalu lintas tersebut juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satlantas Polres Kukar, dimana untuk pemberlakukan satu jalur ini dilaksanakan mulai pukul 08.00-14.00 WITA. Khusus untuk kendaraan berat tidak diperbolehkan melintas kecuali mobil Ambulans, Damkar dan supply Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG).
Selain jenis mobil tersebut, akan dilakukan penjagaan yang disertai pemasangan spanduk atau banner pemberitahuan beberapa kilometer sebelum memasuki kawasan jembatan. "Kita sudah berkoordinasi dengan Satlantas dan Dishub. Sudah sempat simulasi dan akhirnya diizinkan pekerjaannya mulai hari Senin (11/12/2023) lusa hingga Minggu (17/12/2023) nanti," ujarnya.
Pengaspalan ulang badan jalan ulang ini dijelaskannya tidak harus membongkar ulang aspal lama. Tetapi akan dilapis ulang menggunakan material bubur aspal emulsi dengan ketebalan empat hingga enam milimeter (mm).
Selain pengaspalan ulang badan jalan, Yudi juga menjelaskan bahwa ada beberapa rangkaian kegiatan pekerjaan lainnya yang dilakukan yakni pemasangan sensor monitoring, fender di bawah untuk pelindung tubrukan kapal dan pemasangan railing. Fungsinya adalah untuk mempermudah perawatan dan pemeliharaan.
"Kegiatan ini harus dikerjakan siang hari agar bisa maksimal. Apa yang dilakukan ini adalah untuk memenuhi aspek-aspek jembatan sesuai standar kementerian dan juga mempermudah pemeliharaan," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin