FGD yang dirangkai dengan konsultasi publik ini membahas rancangan dokumen Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (Rispam) Ibu Kota Nusantara dengan dihadiri oleh seluruh perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Kaltim.
"Rispam adalah bagaimana menyusun rencana strategis pengadaan air minum untuk IKN (Ibu Kota Nusantara), yang jadi persoalan sekarang inikan kaitannya dengan air baku yang memang menjadi kajian dari SDA itu saat ini sudah terbangun status MOI, kemudian yang kedua bendungan Sepaku dalam proses, ada lagi yang jadi sasaran Batu Lepek, Waduk Samboja dan Sungai Mahakam," kata Suparno didampingi Kasubag Humas Perumda Tirta Mahakam, Wahono kepada korankaltim.com, Senin (4/12/2023).
Ia menjelaskan, jika bicara Rispam IKN, maka pihaknya menyarankan agar dilakukan untuk persiapan jangka panjang, tidak hanya 10-20 tahun tapi harus bisa minimal 50 tahun. Selain itu, yang menjadi prioritas saat ini bagaimana ketersediaan air baku untuk memenuhi di daerah ibu kota.
"Kami menyarankan kemarin itu dari rencana dokumen yang disusun ini dibalik, Mahakam lah yang menjadi prioritas menjadi sumber air baku itu, tinggal bagaimana nanti untuk menuju ke IKN ini dan sekitarnya ini apakah dalam bentuk air curah atau air bersih, ini yang masih harus kita diskusikan.
Karena penduduk itukan tidak mungkin bermukim di IKN-nya, tapi di daerah penyangganya ini yang memang harus kita siapkan juga," tegas Suparno.
Editor: Maruly Z