"Kegiatan Musda ini sebagai bagian dari mengakhiri masa bakti Plt Ketua PWRI Kukar yang telah melaksanakan berbagai kegiatan selama ini," kata Ketua Steering Comite (SC) atau ketua pengarah, Misra Budiarto pada Minggu (3/12/2023).
Ditambahkan oleh Plt Ketua PWRI Kukar, Akhdar Rivai bahwa selama kurang lebih 1,5 tahun ini, berbagai kegiatan juga telah dilakukan. Diantaranya melakukan ceramah agama dan kegiatan silaturahmi lainnya bersama anggota PWRI Kukar. "Ini kita lakukan untuk mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan," ucapnya.
Meskipun kepengurusan akan segera berakhir, namun upaya membangun dan membenahi PWRI Kukar terus dilakukan. Salah satunya mengembangkan PWRI tingkat kecamatan yang saat ini baru ada di 11 kecamatan.
"Sebenarnya ada diseluruh kecamatan, tapi yang aktif lagi baru 11. Ini lah yang kedepannya akan kita geliatkan lagi, bahkan mungkin bisa sampai di kelurahan/desa," ujarnya. "Selain itu kita juga akan memperbaiki kantor PWRI Kukar setelah adanya bantuan dari pemerintah daerah untuk tahun 2024 mendatang," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musda, Isnaini Trikorawati mengatakan, musda akan dilaksanakan di Hotel Fatma Jalan KH Akhmad Muksin, dimana dalam pelaksanaannya dihadiri dari perwakilan PWRI tingkat kecamatan, provinsi dan juga PWRI kabupaten dan rencananya akan dihadiri langsung Bupati Kukar, Edi Damansyah.
"Musda PWRI Kukar ini sama seperti pelaksanaan Musda pada umumnya yakni menyampaikan program-program kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan. Sekaligus melakukan penjaringan dan pemilihan ketua PWRI Kukar untuk periode 2024-2029," ungkapnya.
Diharapkan dengan dilaksanakannya Musda PWRI ini bisa membuat pensiunan dari PNS khususnya di Kukar juga bisa tergerak untuk ikut bergabung dalam PWRI. Sebagai wadah yang menguatkan tali silaturahmi dan kebersamaan setelah purna tugas.
Untuk diketahui, PWRI adalah organisasi kemasyarakatan nasional yang menghimpun pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pejabat negara hingga kepala desa.
Editor: Maruly Zainuddin