Bukan tanpa alasan, pemuda yang jabatannya adalah Tamtama Penembak Senapan (Tabak Pan) kelahiran Balikpapan pada 18 Desember 1998 itu wafat saat membela Indonesia dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua pada Kamis (30/11/2023), penutup hari di bulan November.
Almarhum Pratu Sandi dimakamkan malam ini setelah tiba di rumah duka menjalani penerbangan dari Papua Sabtu (2/12/2023) pagi tadi dan sempat disalatkan di rumah duka Perumahan Korem 611 Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara pukul 17.25 WITA.
Kepada Korankaltim.com, paman almarhum Sandi bernama Idrus bercerita sedikit tentang kehidupan pemuda tersebut. "Almarhum memang lebih dekat dengan saya, sudah seperti anak sendiri. Orangnya baik dan sabar," ucap Idrus dengan nada sedih.
Dirinya pun masih sedih ketika mengingat pembicaraan almarhum sewaktu pulang cuti dan kembali berangkat untuk tugas beberapa waktu lalu.
Saat itu Sandi mengatakan kepada Idrus kalau dirinya berencana membawa kedua orangtuanya untuk tinggal di Pulau Jawa setelah tugasnya berakhir di bulan Desember 2023 ini.
"Almarhum berencana ingin menikah dengan calonnya yang merupakan anak yatim piatu dan membawa kedua orangtuanya ke Pulau Jawa. Ini yang masih saya ingat dan membuat sedih ingin menangis," ucapnya terbata-bata.
Almarhum Sandi diketahui merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Supriyadi dan Puriyani yang merupakan pensiunan TNI. Jenazah almarhum dimakamkan malam ini juga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kelurahan Bukit Biru Kecamatan Tenggarong.
Editor: Aspian Nur