Warga di desa tersebut berdiri di tepi jalan, menyambut kedatangan jenazah almarhum Pratu Sandi Primadana, prajurit TNI yang gugur saat bertugas membela negara setelah kontak senjata dengan Kelompok Separatis Teroris (KST) Kodap III Ndugama yang dipimpin Egianus Kogoya di Distrik Paro Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan pada Kamis (30/11/2023) sore lalu.
Almarhum tiba di rumah duka di Perumahan Korem 611 ASN Desa Loa Lepu sekitar pukul 17.25 WITA setelah diberangkatkan dari Provinsi Papua pagi tadi. Setibanya di rumah langsung digelar salat jenazah oleh keluarga bersama dengan para pelayat yang sudah datang ke rumah duka.
"Usai salat jenazah dilanjutkan dengan penyerahan jenazah dari satuan kepada keluarga, kemudian diserahkan lagi untuk dibawa ke tempat pemakaman," ucap Idrus, keluarga almarhum.
Jenazah Sandi langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bukit Biru Kecamatan Tenggarong, Kukar petang tadi.
Diketahui Pratu Sandi terlibat dalam kontak senjata saat bertugas di Satgas Pamtas Mobile Yonif R 411/PDW. Saat baku tembak Pratu Sandi diduga terkena peluru dan tak hanya pemuda berusia 25 tahun itu, rekannya bernama Prada Muhamad Fadli yang berasal dari Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, juga jadi korban meninggal dunia dalam baku tembak itu.
KST Kodap III Ndugama dikabarkan menyerang Pos Paro Satgas Pamtas Mobile Yonif R 411/PDW menggunakan senjata api jenis SO Minimi.
Meski tinggal di Tenggarong Seberang namun Pratu Sandi yang jabatannya sebelum wafat adalah Tamtama Penembak Senapan (Tabak Pan) diketahui kelahiran Balikpapan pada 18 Desember 1998. Itu artinya putra dari pasangan suami istri Supriyadi dan Puriyani itu meninggal dunia saat bertugas membela negara hanya 18 hari menjelang hari kelahirannya pada Desember hari Senin dua pekan ke depan.
Editor: Aspian Nur