"Benar, rencananya besok diberangkatkan menuju ke rumah duka," kata Komandan Kodim 0906/KKR, Letkol Inf Jeffry Satria melalui pesan aplikasi WhatsApp pada Jumat (1/12/2023).
Terpisah, kerabat almarhum Pratu Sandi yang enggan disebutkan Namanya menyebutkan pihak keluarga sampai saat ini masih syok atas kepergian pemuda berusia 25 tahun itu. "Mohon maaf mas, pihak keluarga masih syok dan masih tidak percaya mengenai kejadian yang menimpa Pratu Sandi jadi belum bisa berkomentar banyak," kata keluarga almarhum kepada Korankalti.com.
Sebelumnya media ini sudah menyambangi rumah duka yang berada di Perumahan Korem 611 ASN di Desa Loa Lepu Kecamatan Tenggarong Seberang Kamis (30/11/2023) malam kemarin. Supriadi yang merupakan ayah dari almarhum masih merasa syok saat menerima kabar tersebut.
Dirinya dengan langkah gontai sambil dipapah oleh para kerabat untuk masuk ke dalam rumah setelah pulang dari perjalanan ke Kecamatan Kota Bangun untuk urusan pekerjaan.
Usai sampai dirumah, tidak lama kemudian Komandan Kodim 0906/KKR, Letkol Inf Jeffry Satria juga langsung mengunjungi rumah duka. Selain berbelasungkawa, Jeffry juga mengupayakan jenazah almarhum akan segera dipulangkan untuk bisa dimakamkan di Kutai Kartanegara.
Diberitakan sebelumnya, Pratu Sandi terlibat dalam kontak senjata saat bertugas di Satgas Pamtas Mobile Yonif R 411/PDW. Saat baku tembak Pratu Sandi diduga terkena peluru dan tak hanya Pratu Sandi, rekannya bernama Prada Muhamad Fadli yang berasal dari Kota Bani, Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, juga jadi korban meninggal dunia dalam baku tembak itu. Dalam laporan itu diketahui kalau KST Kodap III Ndugama menyerang Pos Paro Satgas Pamtas Mobile Yonif R 411/PDW menggunakan senjata api jenis SO Minimi.
Editor: Aspian Nur