Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (29/11/2023) di Hotel Harris Samarinda yang dibuka Asisten I Setkab Kukar, Akhmad Taufik Hidayat serta dihadiri aktivis anak dari 10 kecamatan di Kukar dan perwakilan desa/kelurahan.
"Saya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bukti komitmen kita semua untuk melindungi anak-anak dari tindak pidana, baik itu pelaku maupun korban," ucap Akhmad Taufik membacakan sambutan dari Sekda Kukar, Sunggono.
Disampaikannya, hak anak-anak perlu di konsistensikan ke dalam peraturan yang menyangkut substansi, struktur maupun kultur. Sehingga tidak ada saling tuding antara pemerintah dan pelindung hak anak.
"Diharapkan dari kegiatan ini, lembaga penyedia layanan dapat melakukan tindak lanjut laporan dari masyarakat," tuturnya.
Ditambahkan oleh Kepala DP3A Kukar, Bambang Arwanto melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHKP2KH), Marhaini bahwa sinkronisasi kelembagaan dengan aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPA TBM).
"Intinya kegiatan ini memberikan ilmu dan pemahaman tentang bagaimana caranya mengatasi dan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Khusus hari ini hanya terkait anak," ujarnya.
Diuraikannya, ilmu dan pemahaman ini hanya diberikan kepada PPA TBM di 20 desa dan 10 kecamatan dari 52 PPA TBM yang terbentuk. Namun untuk kegiatan kedepannya akan diberikan kepada seluruh PPA TBM di Kabupaten Kukar.
"Harapannya agar lembaga aktivis bisa menangani secara langsung, karena PPA TBM ini yang pertama menangani di lokasi. Setelah itu melaporkan ke DP3A agar ditangani secara komprehensif," tambahnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini sebagai sinergitas dengan lembaga untuk menekan angka kekerasan yang terjadi atau bahkan tidak ada lagi terjadi khususnya di Kabupaten Kukar. Dimana dari bulan Januari hingga November 2023, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 130 lebih kasus.
"Jadi kita memberikan pemahaman dan menambah wawasan untuk dapat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak," tutupnya. (*/kk)
Editor: Maruly Z