Upaya tersebut dengan memperbaiki dan menyempurnakan langkah demi langkah yang dilakukan mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.
"Untuk itu, Rabu (22/11/2023) pekan lalu kami mengadakan rapat koordinasi bidang Komunikasi, perubahan perilaku dan pendampingan keluarga dalam rangka menekan angka stunting," kata Kepala DP3A Kukar, Bambang Arwanto melalui Sekretaris DP3A, Hero Suprayetno pada Minggu (26/11/2023).
Hero menjelaskan, pihaknya akan melakukan perbaikan dalam prospek pusat kebijakan yang perbaikannya sampai pada pelaksanaan. Sehingga, pihaknya akan melakukan pemetaan dengan baik terlebih pada kebutuhan dalam penanganan stunting baik dalam proses administrasinya dan pelaksanannya.
"Kita harus bisa memilah itu, dan ini merupakan sebuah kerja keras bersama, jadi semuanya harus bisa mengendalikan kebutuhan belanja untuk penanganan dan kebutuhan belanja berdasarkan administrasi," bebernya.
Perencanaan dan penanganan dalam menekan angka stunting ini dikatakannya tidak hanya dilakukan oleh DP3A. Namun diperlukan keterlibatan dan sinergitas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dimana hal ini juga sudah dan terus dilaksanakan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kukar. "Jadi proses dan perencanaan ini tidak hanya pada satu dinas saja melainkan dari seluruh OPD," ungkapnya.
Terlepas dari upaya yang sudah dan akan dilakukan, menurut Hero ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya stunting. Diantaranya kondisi faktual yang disebabkan kondisi ekonomi dan juga ada faktor perilaku.
"Faktor ini yang menjadi fokus kita dan bisa kita lakukan langkah-langkah preventif yang bisa diterapkan dan bersifat kontinyu. Contohnya kita berikan pendampingan kepada anak remaja," ujarnya.
Langkah preventif tersebut diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya stunting bahkan dari usia remaja. Sehingga dalam menciptakan upaya preventif yang bisa berdampak pada kesadaran masyarakat diperlukan juga adanya pendekatan secara humanis.
"Faktor perilaku yang buruk itu hanya bisa diminimalisir dengan pendekatan psikologis atau humanis agar mereka tidak merasa terganggu," jelasnya.
Sedangkan untuk penyebab stunting dari faktor ekonomi, cara tepat untuk menangani kasus tersebut adalah memberikan suplai makanan yang bergizi. Menurut Hero bahwa upaya memberikan makanan bergizi ini akan lebih tepat sasaran jika ingin mengentaskan persoalan stunting.
"Jadi, bukan berdasarkan perkiraan-perkiraan saja, perlu data yang riil dari berbagai faktor penyebab kalau ingin mengentaskan masalah stunting. Sehingga ini yang sekarang sedang dilakukan, yakni mengumpulkan data dan merencanakan serta mengaplikasikan penanganannya," ungkapnya.
Hero menjelaskan pihaknya akan terus melakukan penanganan masalah ini agar anak-anak yang ada di Kukar dapat tumbuh kembang dengan baik. Tentunya dengan melibatkan seluruh OPD dilingkungan Pemkab Kukar dan juga keterlibatan keluarga serta masyarakat. (*/kk)
Editor: Maruly Zainuddin