Bahkan, dalam musibah ini sampai menimbulkan korban jiwa dari salah satu relawan akibat terkena sengatan listrik saat berusaha memadamkan api yang semakin membesar.
"Berdasarkan laporan anggota dari pos damkar Anggana, musibah kebakaran ini terjadi pada Rabu (22/11/2023) sekitar pukul 15.00 WITA di Jalan Cendana RT 12 Desa Anggana Kecamatan Anggana Kukar. Selain itu, memang benar ada satu korban jiwa saat berusaha memadamkan api yang membesar," kata Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani saat dikonfirmasi kembali Rabu (22/11/2023) malam.
Korban yang meninggal diketahui adalah relawan bernama Muhammad Haikal (18). Saat kejadian korban berupaya memadamkan api yang berada di antara dua rumah. Posisi korban berada di atas sungai sambil memegang selang pemadam. "Kemudian terdapat kabel listrik yang jatuh ke sungai tersebut sehingga membuat korban kesetrum. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Sungai Meriam namun (nyawanya) tidak dapat terselamatkan," terangnya.
Sementara itu, musibah kebakaran ini diduga bermula dari korsleting listrik di salah satu rumah warga. Api dengan cepat membesar dikarenakan tiupan angin kencang, apalagi sebagian rumah berada di tepi sungai dan terbuat dari kayu.
Saksi yang melihat kejadian tersebut langsung meminta bantuan kepada warga sekitar untuk memadamkan api. Upaya pemadaman terus dilakukan, namun api yang membesar menghanguskan 5 unit rumah warga, 1 unit bangsalan 4 pintu serta bagian belakang bangunan milik Pos Polairud Polda Kaltim.
"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.00 WITA dengan mengerahkan unit pemadam kebakaran dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kecamatan Anggana, Pertamina EP, PT Barokah, 8 unit mobil relawan Samarinda serta 3 unit Tagboat pemadam. Untuk perkiraan kerugian kurang lebih Rp1,5 miliar," tutupnya.
Editor: Maruly Zainuddin