Dihuni dengan mayoritas penduduknya yang merupakan warga transmigrasi. Kelurahan Maluhu ini mampu berperan sebagai salah satu wilayah yang bisa menjadi teladan dalam hal kekompakan, gotong royong, toleransi, seni budaya dan banyak hal lainnya di Kabupaten Kukar.
Di bawah kepemimpinan Tri Joko Kuncoro yang menjabat Lurah sejak awal tahun 2023, beberapa program dan inovasi memajukan wilayah terus dilakukan. Salah satunya dengan perlahan telah berhasil membentuk kesadaran masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Ada beberapa program yang dijalankan berkaitan dengan kebersihan dan kesehatan sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten Kukar. Tujuannya untuk bisa merubah pola hidup dan perilaku masyarakat agar bisa hidup sehat," kata Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro pada Koran Kaltim.com, Sabtu (18/11/2023).
Upaya membentuk kesadaran masyarakat menerapkan PHBS dan kebersihan lingkungan ini dimulai beberapa waktu lalu dengan mengadakan lomba taman tingkat Kelurahan Maluhu. Lomba ini diikuti oleh seluruh Rukun Tetangga (RT) di Kelurahan Maluhu yang menyambutnya dengan antusias tinggi.
Seluruh RT diwilayah kelurahan kemudian berlomba-lomba untuk mempercantik lingkungannya. Bahkan beberapa lahan yang dulunya kosong dijadikan sebagai sebuah taman dan dilengkapi dengan berbagai macam Tanaman Obat Keluarga (TOGA). "Tujuannya untuk memotivasi warga agar menjaga kebersihan, selain itu tanaman toga yang ditanam juga bisa bermanfaat bagi warga," jelasnya.
Ternyata, upaya tersebut malahan berhasil mengantarkan Kelurahan Maluhu meraih predikat Idaman dalam lomba ramah lingkungan di tingkat Kecamatan Tenggarong. Bahkan, diberikan kepercayaan menjadi salah satu lokus dalam penilaian Adipura tahun 2023 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
"Kami bersyukur dan berterima kasih karena Kelurahan Maluhu telah diberi kepercayaan untuk menjadi salah satu lokus/tempat dalam penilaian Adipura. Ini merupakan sebuah prestasi dan kehormatan bagi kami," ungkapnya.
Lebih lanjut, saat dikunjungi tim penilai, Joko juga mengatakan bahwa Kelurahan Maluhu mendapat tanggapan luar biasa dan positif dari KLHK. Respon positif ini karena Kelurahan Maluhu telah menjalankan pembangunan dengan memperhatikan kriteria kebersihan lingkungan dan juga tatanan permukiman.
Usai menjadi lokus penilaian Adipura, kesadaran dan kekompakan warga untuk menerapkan PHBS semakin tertanam. Bahkan, tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga secara aktif mendorong dan membantu warga lainnya yang masih memiliki kebiasaan kurang sehat.
"Waktu itu, pemerintah kelurahan mendapat laporan dan juga usulan dari sejumlah warga untuk membantu sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya belum memiliki toilet. Karena selama ini masih menjalankan kebiasaan Buang Air Besar (BAB) menggunakan WC cemplung," bebernya.
Karena menganggap kebiasaan ini merupakan perilaku yang kurang sehat dan dapat mencemari lingkungan. Warga pun mengusulkan untuk membangun toilet sementara yang layak bagi sejumlah rumah tersebut dengan menggalakkan iuran.
Usulan ini disetujui oleh Kelurahan Maluhu dan mengapresiasi kepedulian warga untuk dapat membantu sesama dan juga untuk menjaga kebersihan lingkungan serta berperan dalam mendorong perubahan perilaku hidup sehat. Meskipun untuk pembangunan sanitasi ini sebenarnya sudah diusulkan dan akan rencananya akan direalisasikan pada tahun 2024 mendatang dari anggaran pemerintah daerah melalui dinas terkait, yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar.
"Iuran dari warga ini kemudian dibelikan material dan bersama dengan pemerintah kelurahan, bantuan ini disalurkan dan dibantu untuk pembangunan toiletnya," beber Joko.
Bantuan material dan pembangunan toilet ini diterima langsung oleh salah satu penerima manfaat. Salah satu keluarga ini mengucapkan terima kasih atas perhatian dari warga dan juga pemerintah Kelurahan Maluhu.
Alhasil, atas berbagai upaya, program dan inovasi yang sudah dilakukan tersebut, Kelurahan Maluhu mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kukar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar. Dimana penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bupati Kukar, Edi Damansyah saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 awal bulan November 2023 lalu. "Ada dua penghargaan yang diterima, yakni Stop BAB Sembarangan (SBS) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)," ujarnya.
Prestasi, capaian dan penghargaan ini dikatakan Joko merupakan hasil kerja dari seluruh masyarakat dan bukan dari pihak kelurahan saja. Sehingga apresiasi juga turut diberikan kepada masyarakat Kelurahan Maluhu yang memiliki peran serta tinggi dalam dalam upaya menjaga kesehatan dan lingkungan.
"Harapan kami dengan apa yang sudah dilakukan sejauh ini dapat membuat warga Kelurahan Maluhu semakin menjaga lingkungan dan meningkatkan perilaku kesehatan menjadi lebih baik kedepannya. Kami pun akan terus memberikan dorongan melalui program dan inovasi lainnya," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin