Kepala DPMD Kukar, Arianto mengatakan, sebagai bentuk upaya mengoptimalkan layanan publik kepada masyarakat desa ialah dengan mengintruksikan kepada pemerintahan desa agar mampu memberikan pelayanan publik kepada masyarakat desa dengan sistem digitalisasi.
Dalam perkembangannya DPMD telah menjalin kolaborasi dan koordinasi secara intens dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar untuk percepatan seluruh desa di Kukar bisa memberikan layanan publik dengan sistem digitalisasi.
"Jadi kami sudah koordinasi dengan diskominfo selaku OPD yang bertugas mengkoordinir semua yang berbentuk digitalisasi aplikasi di seluruh Kutai Kartanegara termasuk sampai ke desa," kata Arianto kemarin.
Dalam proses pembicaraannya dan perkembangan sejauh ini DPMD telah mendapatkan beberapa desa yang pemerintahan nya sudah menggunakan pelayanan berbentuk digitalisasi aplikasi, termasuk diantaranya ialah Desa Bhuana Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang yang pada awal pekan ini mendapatkan apresiasi karena masuk dalam nominasi pelayanan publik dengan mengoptimalkan digitalisasi informasi dari Komisi Informasi Pusat (KIP), dan telah divisitasi oleh tim penilai dari pusat.
"Alhamdulillah dalam perkembangannya ada beberapa desa yang menggunakan digitalisasi aplikasi dan ini dalam koordinasi kami nanti kami akan kami panggil semua desa yang pelayanannya menggunakan aplikasi digitalisasi termasuk Bhuana Jaya, Desa Sabintulung, Desa Kersik kemudian Desa Loa Duri Ilir, Desa Loa Duri Ulu termasuk Desa Batuah ini sudah menggunakan aplikasi digitalisasi," sebutnya.
Arianto berharap kedepan untuk penggunaan aplikasi digitalisasi pelayanan ini ada satu aplikasi yang nantinya dijadikan sebagai alat atau sistem semacam platform yang bisa digunakan menjadi standar semua pelayanan di desa.
"Ya semacam platform ini harapan kita dan kami sedang mendiskusikan dengan diskominfo yang referensi itu tadi aplikasi atau sistem aplikasi yang dibangun teman-teman desa kemudian nanti dilakukan semacam verifikasi semacam standarisasi sesuai ketentuan bagaimana aplikasi pelayanan itu terstandar yang layak bisa digunakan dia bisa digunakan oleh lapisan semua masyarakat dan sistemnya berkelanjutan," harapnya.
Ia menegaskan platform aplikasi tersebut diberikan penilaian serta diteliti, dievaluasi dan bisa diakui sebagai aplikasi yang akan digunakan seluruh desa.
"Itulah nanti akan kita tetapkan dan ini harapan kami dengan masuknya Bhuana Jaya sebagai nominasi penggunaan aplikasi dalam pelayanan sehingga dapat apresiasi keterbukaan publik ini bisa mendorong kepada 193 desa lainnya termasuk Bhuana Jaya itu sendiri, sehingga desa-desa lainnya bisa mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh Bhuana Jaya," pungkas Arianto. (*/kk)
Editor: Maruly Zainuddin