Dari kegiatan tersebut, Bahari Joko Susilo memastikan realisasi penerimaan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) minerba untuk Kukar secara progres akan mencapai target.
"Terkait dengan realisasi penerimaan PNBP Minerba untuk Kukar Alhamdulillah mendekati target untuk royalti ditargetkan Rp15 triliun sampai dengan triwulan tiga itu sudah tercapai 94 persen atau sekitar sekitar Rp14 triliun. Alhamdulillah bentar lagi terpenuhi, kalau sampai akhir Desember Insyaallah sudah terlampaui," kata BJS.
Dia mengungkapkan pentingnya dilakukan koordinasi secara intens antar pemerintah daerah bersama pemerintah pusat agar daerah mendapatkan kejelasan berapa pendapatan yang diperoleh dari sumber pendapatan lainnya baik itu royalti maupun dana perimbangan dan bagi hasil, seperti diketahui bersama, Kutai Kartanegara merupakan salah satu daerah penyumbang devisa terbesar bagi Indonesia melalui minerba maupun migas.
"Pentingnya koordinasi ini supaya ini jelas bahwa haknya Kabupaten Kutai Kartanegara terkait dana itu jelas apakah nanti target dan over target sehingga nantinya ada kurang bayar yang akan dicairkan tahun ini ataupun tahun depan," ungkapnya.
Atensinya lanjut, BJS bahwa dari target itu penjelasan dari Kukar bahwa semuanya sudah dilakukan mekanisme yang ditetap dan jawaban dari pemerintah pusat yang menjadi hak Kukar akan terpenuhi semua.
"Mereka memastikan apa yang menjadi hak Kutai Kartanegara semuanya akan terpenuhi, Alhamdulillah nggak akan ada defisit anggaran tahun ini dan yang ketiga terkait dengan kepastian penyaluran kurang bayar Tahun 2022 yang senilai kurang lebih Rp2,8 triliun kemarin disampaikan bahwa kalau kurang bayar ini masih dalam proses di kementerian keuangan karena yang dianggarkan itu hanya sekitar kurang lebih Rp20 triliun (secara nasional) sementara untuk total dari kurang bayar itu kurang lebih Rp40 triliun kemudian harus ada mekanisme pergeseran anggaran dari belanja umum negara ke transfer kurang bayar, saat ini sedang berproses sehingga nanti kita bisa terpenuhi mungkin tidak semuanya," jelasnya.
Kemungkinan sebagian besar akan disalurkan di tahun ini, sehingga dipastikan kondisi APBD Kukar aman."Makanya saya sampaikan yang Rp15 triliun itu kan sudah on target over target malahan, itu kemarin ada pernyataan kalau seandainya nanti over targetnya itu besar itu mungkin terjadi bisa ditransfer tahun ini yang kebesaran selanjutnya diransfer tahun depan, jadi yang ada di APBD ini dipenuhi dan ditambah lagi sebagian karena ada beberapa persennya bisa jadi di sebagian ditransfer tahun ini bisa juga kelebihannya ditransfer tahun depan," tegas BJS. (*/kk)
Editor: Maruly Zainuddin