Kepala Kesbangpol Rinda Desianti mengatakan, dengan rutin dilakukannya sosialisasi paham radikalisme dan terorisme ini pihaknya ingin mengajak semua komponen masyarakat mengetahui terkait dengan aliran yang mengarah radikalisme dan terorisme, sehingga upaya pencegahan yang lebih diutamakan di tengah-tengah masyarakat.
"Upaya pencegahan itu dilakukan dengan penguatan ideologi Pancasila menjadi sesuatu yang penting karena kita bertahan sampai 78 tahun inikan berkat Pancasila, itu yang harus lebih dipahami dan kuatkan bersama di tengah-tengah masyarakat," katanya kemarin.
Rinda mengungkapkan penguatan ideologi Pancasila sangat penting di era sekarang karena semenjak Indonesia 25 tahun pasca reformasi nilai-nilai Pancasila tidak lagi menjadi sebuah paham atau ajaran yang kemudian itu disosialisasikan secara masif.
"Padahal sangat penting, apalagi tahun depan Kesbangpol berkaitan dengan rekrutmen Paskibraka kami yang melaksanakan, jadi pasca itu kami akan membentuk duta Pancasila purna paskibraka. Artinya ini sebagai upaya agar bisa mencetak calon-calon pemimpin masa depan itu ya secara ideologi Pancasila nya harus kuat pondasi nya harus kokoh," ungkapnya.
Rinda menjelaskan Pancasila sebagai ideologi negara harus dimaknai secara mendalam oleh generasi muda, oleh karena itu generasi muda memegang peranan yang sangat penting. Bukan hanya itu, Pancasila juga harus ada dalam hati dan pikiran setiap insan generasi muda, sebagai penerus bangsa.
Peran generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga keberadaan Pancasila sangat penting. Mengingat dari segi bonus demografi keberadaan generasi muda sangat siginifikan jumlahnya.
"Namun disatu sisi generasi muda sangat rentan dimasuki oleh paham atau ajaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Karena itu jika nilai-nilai Pancasila harus mengakar kuat dalam hati dan pikiran generasi muda," jelasnya.
Dimana keberadaan media sosial lanjut Rinda menjadi salah satu saluran komunikasi dan informasi yang bisa mempengaruhi moral generasi muda dari adanya paham atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Namun disatu sisi generasi muda sangat rentan dimasuki oleh paham atau ajaran yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. Karena itu jika nilai-nilai Pancasila harus mengakar kuat dalam hati dan pikiran generasi muda. "Pancasila harus ada dalam hati dan pikiran generasi muda, agar siap dalam memfilter setiap ajaran atau paham yang hendak menggerus ideologi Pancasila," ujarnya.
Dengan adanya Pancasila dalam hati dan pikiran generasi muda, maka bukan saja bisa memfilter paham yang bertentangan, namun akan teraktualisasi dalam dinamika kehidupan serta sosial budaya generasi muda di tengah-tengah masyarakat.
Yakni adanya tata pergaulan hidup yang mengedepankan toleransi, persatuan, gotong-royong dan cinta tanah air. "Dimana tata pergaulan ini semakin terdegradasi. Akibat kemajuan informasi dan teknologi yang membuat generasi muda tergerus menjadi individualis, materialistis dan hedonistik serta rentan dimasuki paham radikalisme bahkan terorisme," pungkasnya. (*/kk)
Editor: Maruly Zainuddin