Pembahasan dalam kunjungan tim tersebut dikatakan oleh Kepala DP3A Kukar, Bambang Arwanto adalah mengenai penilaian panji keberhasilan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di 2023.
"Jadi setiap kabupaten/kota dinilai untuk mendapatkan panji keberhasilan. Ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya," kata Bambang.
Bambang menjelaskan bahwa dalam penilaian ini nantinya akan ada beberapa variabel yang menjadi titik fokus penilaian. Terutamanya ada empat variabel, yaitu variabel perlindungan perempuan dan anak, variabel kesetaraan gender, variabel sistem informasi gender dan anak serta variabel UPTD perlindungan perempuan dan anak.
"Kita sudah presentasikan apa yang sudah dilakukan dan akan dilakukan oleh DP3A berdasarkan variabel tersebut. Dari variabel ini ada yang membuat kita unggul dari kabupaten/kota lainnya. Tapi ada juga variabel yang masih perlu dilengkapi datanya," bebernya.
Oleh karenanya, DP3A Kukar masih diberikan waktu selama kurang lebih 14 hari kedepan guna melengkapi beberapa data yang diperlukan. Sehingga bisa memaksimalkan poin penilaian terhadap variabel dalam mendapatkan panji keberhasilan di 2023 ini.
"Kita optimis bisa memenuhi data yang diperlukan dan targetnya adalah meraih peringkat terbaik pertama. Seperti yang pernah kita dapatkan di 2018 dan 2020 lalu," tambahnya.
Dengan pernah meraih peringkat terbaik pertama tersebut, Bambang mengatakan bahwa DP3A Kukar sudah mengetahui apa saja yang diperbaiki. Sehingga akan melakukan reformulasi dengan baik langkah-langkah apa saja yang dilakukan. Misalnya, menjadikan taman-taman kota yang sudah dibangun untuk menjadi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).
"Kemudian kita juga berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Sosial (Dinsos). Serta meminta arahan Bupati dan Sekda mengenai kebijakan terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," terangnya.
Lebih lanjut, Bambang juga mengatakan bahwa Kabupaten Kukar sedikit lebih bagus dalam kabupaten/kota lainnya dengan beberapa inovasi dan perencanaan lainnya yang masuk dalam kategori penilaian.
Seperti sudah adanya tiga inovasi dari DP3A yakni inovasi Kami Siap Melayani (Kasiani), inovasi Tanggap Aksi Nusantara Gerakan Kebutuhan Anak dan Sejahtera (Tangkas) serta inovasi Kutai Kartanegara Melayani dan Melindungi (Kidung).
"Serta inovasi terbaru kita, yakni pembuatan Mall Pelayanan Publik (MPP) Perempuan dan Anak. Inovasi ini adalah inovasi pertama di Indonesia dan belum pernah ada. Kita sudah mendapat restu dari Bupati Kukar dan sangat mendukung dalam pembangunan MPP ini," tutupnya. (*/kk)
Editor: Aspian Nur