Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Hamly mengatakan sudah ada tiga kategori usaha mengentaskan masyarakat pra sejahtera, yakni pendekatan pemenuhan kebutuhan dasar, pendekatan pemberdayaan masyarakat dan pendekatan berbasis hak.
Untuk upaya ini pemerintah memiliki beberapa program untuk mengurangi angka kemiskinan, diantaranya program pengentasan kemiskinan, program bantuan sosial dan program pemberdayaan masyarakat.
Kemiskinan bisa saja terjadi pada kelompok usia masyarakat, tidak terkecuali pada kelompok wanita berusia produktif namun ditakdirkan menjadi tulang punggung keluarga. Pada akhirnya wanita yang bersangkutan akan mengalami kerawanan dalam hal sosial dan ekonomi.
“Adanya program bantuan Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) bertujuan untuk membantu wanita rawan sosial ekonomi ini agar dapat memenuhi kehidupan sehari-harinya dan dapat meningkatkan taraf hidupnya,” kata Hamly kepada Koran Kaltim kemarin.
Hamly menjelaskan program WRSE ini termasuk untuk pemberdayaan, bukan hanya bantuan social, namun lebih kepada memberikan pancing kepada wanita-wanita yang jadi tulang punggung keluarga ini. “Bagaimana mereka bisa mandiri para wanita single parent bisa mandiri dan usianya juga usia produktif 40 tahun ke bawah belum lansia, dan itulah yang kita sasar,” jelasnya.
Hamly mengakui bantuan ini diakuinya tidak semuanya belum bisa tercover, namun secara bertahap sambil secara berkala dilakukan evaluasi terhadap bantuan pemberdayaan yang telah disalurkan. Begitu diberikan bantuan kira-kira mereka itu bagaimana perkembangannya, betulkah berusaha bisa berkembang atau tidak. “Itu juga menjadi atensi kami jadi tidak bisa sekaligus bertahap dulu mungkin ada yang 10 paket ada yang kelompok ada yang perorangan nanti kita evaluasi,” ujarnya.
Hamly melanjutkan, kebanyakan memang dari hasil inventarisir di lapangan dilakukan validasi dan verifikasinya itu WRSE ini meminta bantuan peralatan untuk produksi olahan makanan, semisal oven produksi industry rumah tangga untuk membuat kue, termasuk blender, mixer, kompor dan peralatan penunjang lainnya.
“Sementara peralatan-peralatan semacam itu yang kita siapkan dan sebagian besar memang di daerah kecamatan perkotaan seperti Tenggarong, Tenggarong Seberang, Loa Janan, Samboja, Muara Jawa. Kalau yang di hulu jarang sekali karena memang masih minim kalau perkotaan kan banyak sekali sekarang ini usaha kuliner-kuliner makanan-makanan sasaran-sasarannya ke situ,” bebernya. (*/kk)
Editor: Maruly Zainuddin