Erwan mengatakan, salah satu hal utama saat ini untuk menunjang kinerja dalam hal peningkatan pendapatan daerah adalah optimalisasi kerja secara digital hingga cakupan paling bawah. “Posisi secara digital itu bukan hanya sekadar perwacanaan tapi sudah menjadi kebijakan strategi papper less termasuk parkir tidak ada lagi orang pakai karcis membayar parkir,” katanya mengawali.
Hal ini berlaku di seluruh destinasi wisata juga ke depannya, tidak ada lagi tiket masuk beredar di situ, semua sudah pakai papper less, mau belanja di pinggiran pun ada aplikasi menggunakan QRIS dan ini sudah menjadi urusan serta tanggung jawab Bapenda. “Ketika kita bicara upaya untuk pendapatan daerah khususnya pajak adalah memang diperlukan banyak ide dan terobosan terobosan baru,” terangnya.
Sama seperti di retribusi, agak sulit jika bertahan dengan cara-cara yang biasa sehingga harus menempuh kesepakatan bahwa untuk retribusi ini yang pertama perlu pendalaman, kemudian yang kedua perlu optimalisasi basis yang sudah ada, tata kelola dan lain-lain kemudian yang ketiga adalah peningkatan akses potensinya.
Pada rapat internal ini pula, Erwan membahas tentang capaian target pajak hingga triwulan III yang dinilai sudah cukup aman. Justru dari target yang ditetapkan Bapenda optimis target pendapatan dari sektor pajak ini bisa melampai target.
Namun untuk pendapatan pada sektor retribusi ini yang perlu mendapatkan perhatian karena belum bisa dikatakan cukup aman. “Cuma retribusi saja yang belum aman dan untuk bidang pariwisata sendiri seperti hotel aman, restoran aman, hiburan aman ada beberapa potensi yang mesti harus kita dalami itu secara khusus,” bebernya.
Erwan menegaskan untuk bisa memaksimalkan pendapatan dari sektor retribusi daerah, maka diminta peran kinerja yang ekstra dari perangkat daerah teknis yang berwenang, semisal saja Dinas Perkim, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, DLHK dan perangkat daerah lainnya yang berpeluang memperoleh pendapatan dari retribusi. (*/kk)
Editor: Maruly Zainuddin