Bimtek dipandu Sekretaris Dinsos Kukar, Yuliandris Suhedirman ini dihadiri salah satu narasumber yakni ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kaltim, Edi Siswanto dan PSM teladan tingkat nasional dari Kelurahan Loa Tebu dan Kelurahan Maluhu, berlangsung di Aula Kantor Dinsos Kukar.
Kepala Dinsos Kukar, H Hamly mengatakan, dalam program pelayanan kepada masyarakat di Kementerian Sosial itu ada beberapa mitra kerja Dinsos yang bekerja di lapangan baik itu tingkat pusat, tingkat provinsi hingga tingkat kabupaten.
"Sampai kabupaten itu juga ada yang di kecamatan seperti TKSK itu ada yang perwilayah ada pendamping PKH untuk Program Keluarga Harapan ada yang memang di desa dan kelurahan di tingkat bawah sekali ya PSM itu, jadi menurut regulasinya memang PSM itu adalah tenaga sukarelawan," kata Hamly.
Jadi PSM itu sebut Hamly lebih kepada sukarelawan, dia kreatif sendiri untuk melayani masyarakat manakala masyarakat itu ada hal-hal terkait dengan terutama pelayanan yang diperlukan dalam kaitannya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). "Ada 26 item secara regulasi dengan ada 5 SPM (standar pelayanan minimal) yang wajib salah satu dari mitra kami yang suka relawan ya PSM," ucapnya.
Hamly menjelaskan PSM itu memang sukarelawan tapi harus difasilitasi oleh Kementerian sosial yang dalam hal ini di kabupaten yaitu Dinas Sosial untuk membina dan mengawal mereka itu agar tidak betul-betul mandiri namun ada perlindungannya yaitu dari Dinas Sosial.
"Dan acara kami kemarin itu setelah kami inventarisir banyak sekali sukarelawan yang belum memenuhi kriteria sehingga kita berikan penyuluhan dan kriterianya itu adalah para PSM ini sudah pernah mengikuti penyuluhan yang kita berikan, dengan telah mengikuti penyuluhan itu ya sudah mereka sah menjadi PSM kita berikan sertifikat dan kita berikan penyuluhan dasar namanya, bagaimana fungsi dari pada PSM itu, kewajibannya apa tapi rata-rata mereka semua sudah paham semua karena memang mereka sudah proaktif semua," jelasnya.
Bahkan ada dari PSM ini yang sudah berpredikat PSM teladan tingkat nasional. Contoh saja seperti Ibu Farida yang sudah melanglang buana menjadi narasumber di mana-mana, karena ya itu tadi para PSM ini bekerja dengan inisiatif dan kreatif serta kepeduliannya kepada masyarakat.
"Orang tahu apalagi sekarang kan ada di medsos kegiatan diekspos di media massa koran Kaltim seperti ini jadi tambah tersebar luas lagi itulah yang menjadi konsen kami di bidang pemberdayaan sosial," bebernya.
Dirinya mengakui ternyata memang banyak dari PSM yang belum memenuhi kriteria, oleh karena itu diberikan penyuluhan sosialisasi agar ada rambu-rambunya dan itu tidak terbatas jumlahnya. “Kalau bisa sebanyak-banyaknya, kalau memang ada yang berminat justru kita bantu,” paparnya. (*/KK)
Editor: Maruly Zainuddin