Plt Kepala Bappeda Kukar Sy Vanesa Vilna didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendaliaan Pembangunan Daerah Saiful Bahri mengatakan ada lima dimensi yang bisa dikembangkan ketika Kukar sudah melakukan pembangunan pertanian berbasis kawasan.
“Apa saja yang bisa dikembangkan yaitu Agroproduksi, agroindustri, agrobisnis, agroteknologi dan agrowisata. Lima dimensi ini yang bisa dikembangkan di lokasi pertanian terintegrasi berbasis kawasan yang tempatnya saat ini masih kita lakukan kajian dan skoring,” kata Vanesa.
Dalam penjelasannya, Ketua Tim Peneliti dari UGM, Alia Bihrajihant Raya memaparkan untuk agroproduksi itu baik pertanian peternakan dan perikanan itu dimana pertanian yang lahannya adalah sawah maka utamanya adalah tanaman padi. Kemudian peternakan juga sangat tergantung dengan kondisi wilayah dan masyarakatnya, kemudian untuk perikanan dilihat dari ketersediaan air dan lainnya.
Ketika berbicara padi pastinya perlu mengembangkan industry, yaitu bagaimana mengolah padi menjadi beras, kemudian bagaimana beras itu diolah menjadi beras premium dan dan dari sisi kemasan hingga pemasaran sampai di kabupaten-kabupaten di sekitar Kutai Kartanegara.
“Kami jadi pemasok di wilayah IKN nah selain itu juga pemasaran agribisnis dari produk tersebut dan juga agroteknologi bagaimana memanfaatkan teknologi saat ini yang sudah sangat berkembang smart dan precision farming pertanian yang sangat presisi,” jelas Alia.
Petani bisa menentukan berapa luasan yang harus ditanam dan berapa juga jumlah benih yang akan dia butuhkan itu menjadi smart farming dari pertanian yang presisi. Namun juga bisa bagaimana pemanfaatan digitalisasi itu mendukung produksi baik kemudian ketika masyarakat mencari informasi melalui teknologi digital yang nantinya akan mendukung kegiatan agroproduksi, agroindustri maupun agrobisnis.
“Dan yang tidak kalah menarik sekarang ini adalah pengembangan agrowisata bagaimana menarik masyarakat untuk datang ke sini lihat dari agrowisata yang khusus mengenai tanaman pangan padi dan kemudian itu juga menjadi objek wisata yang bisa meningkatkan pendapatan perekonomian dari daerah tersebut,” ucap Alia lagi.
Pertanian terintegrasi ini juga diharapkan mampu mendorong produksi, mampu meningkatkan ekonomi dan yang pasti sustainability keberlanjutan memanfaatkan alam yang juga melihat dari kelestariannya.
“Potensi ini sesuai peraturan Pak Bupati yang telah tetapkan di Perbup. Diharapkan pertanian terintegrasi bisa mengembangkan perekonomian di Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya untuk masyarakat yang ada di wilayah yang nantinya akan dikembangkan pertanian terintegrasi berbasis kawasan dan pasti nanti akan terjadi percepatan pembangunan desa sehingga ketika percepatan pembangunan desa ini tidak lepas dari peran masyarakat oleh karena itu pemberdayaan masyarakat itu juga menjadi penting,” jelas Alia. (*/Kk)
Editor: Aspian Nur