Plt Kepala Bappeda Kukar, Syarifah Vanesa Vilna didampingi Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah (P3D) Saiful Bahri, mengatakan pihaknya telah studi kelayakan dan memanggil seluruh instansi terkait pemerintahan kecamatan dan desa beserta kelompok tani.
Dari diskusi antar kelompok yang telah dilakukan maka ditetapkan ada empat desa yang berpotensi akan dilakukan tempat pembangunan pertanian berbasis kawasan. “Desa Karang Tunggal dan Bukit Pariaman di Kecamatan Tenggarong Seberang, Desa Cipari Makmur Kecamatan Muara Kaman dan Desa Sumber Sari Kecamatan Loa Kulu,” katanya kemarin.
Sejauh ini Bappeda Kukar bersama UGM tengah menggali seluruh potensi yang dimiliki oleh keempat desa tersebut. Hal ini dilakukan agar penentuan satu desa yang paling potensial bisa dipilih dengan tepat. Saiful Bahri menjelaskan paling utama untuk penentuan desa yang tepat dilihat dari keberadaan dan status lahannya terlebih dahulu.
“Nanti di ranking sementara, paling siap di lahan Desa Sumber Sari, tapi juga Desa Cipari potensi dan sudah siap antara hibah pemilik lahan, kemudian Karang Tunggal juga potensi lahan masyarakat dan lahan eks tambang ini proses pinjam pakai seandainya disetujui ya akan kita lakukan skoring dulu termasuk juga potensi di Bukit Pariaman,” kata Saiful.
Untuk persoalan lahan, Bappeda juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) serta Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang (DPPR). Untuk ke empat desa ini dipastikan akan dilakukan penilaian secara detail terlebih dahulu sebelum akhirnya diajukan ke Bupati untuk penetapan lokasi yang paling tepat diimplementasikan pertanian berbasis kawasan di Kukar.
“Skoringnya semua aspek, tidak cuma lahan, kelembagaan desanya, para petani nya, kondisi akses jalannya, sosial ekonomi, kelayakan jenis tanah sampai dengan sumber daya air. Harus di-skoring mana yang paling tinggi nanti kita sampaikan ke pak Bupati baru beliau memutuskan mana yang paling tepat,” ucap Saiful. (*/Kk)
Editor: Aspian Nur