Kepala DPMD Kukar Arianto mengatakan, HKG ke-51 ini akan diawali tuan rumahnya bergilir sejak tahun ini dan tahun berikutnya di kecamatan-kecamatan.
“Polanya kita laksanakan tuan rumahnya itu nanti per kecamatan, untuk tahun ini pertama Kecamatan Kota Bangun, nanti Insya Allah bergilir di 19 kecamatan yang lain,” ujar Arianto.
Setiap pelaksanaan perayaan HKG berisikan evaluasi sekaligus lomba terhadap kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan.
“Jadi semua Pokja akan dilombakan dan akan dinilai oleh tim penilai dari kabupaten dirangkai dengan kegiatan sosial, kegiatan yang bersifat penggerakan ekonomi masyarakat UMKM, kemudian kegiatan juga bersama masyarakat misalnya melakukan senam zumba itu bagian dari acara tambahan,” jelasnya.
Acara intinya tetap kegiatan lomba dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan Pokja pengurus PKK yang ada di 20 kecamatan. HKG ini berjenjang dilaksanakan dari tingkat kecamatan, kabupaten, kota kemudian provinsi sampai ke tingkat pusat.
“Kalau pola dilakukan di kecamatan ini baru pertama kali kalau dulu selalu dilakukan Ibu Kota Kabupaten yaitu Tenggarong,” sebut Arianto lagi.
Untuk kebersamaan supaya masing-masing kecamatan yang ada di Kukar ini merasakan wilayah kecamatan lain, maka momen peringatan HKG ini dilaksanakan di kecamatan sebagai tuan rumah. Bertujuan supaya kecamatan lain juga bisa melihat kondisi kecamatan lainnya.
“Jadi semangatnya seperti itu, jadi setiap tahunnya akan bergilir nanti tanggal 27, 28, 29, 30 tapi didahului dengan kegiatan UMKM dari tanggal 25 besok (hari ini) sudah mulai, tenda-tenda UMKM sudah diisi,” ucap Arianto.
Pada rapat finalisasi ini, DPMD mengundang panitia HKG tingkat kabupaten, yaitu dari kecamatan tuan rumah, yakni Kota Bangun. Pengurus PKK Kecamatan Kota Bangun menjadi panitia inti dibantu oleh beberapa UPT dan Kecamatan Kota Bangun yang menjadi kepanitiaan dihadirkan seluruh panitia, seluruh bidang untuk bisa disinergikan kesiapan masing-masing bidang terhadap pelaksanaannya ini.
Persiapan finalisasi ini diharapkan semua rencana kegiatan bisa dilaksanakan dengan baik, tidak ada kendala kemudian pelaksanaan HKG yang dilaksanakan langsung di kecamatan maka lebih dekat dengan masyarakat, serta langsung dampaknya dirasakan.
“Selain untuk perbaikan organisasi PKK karena dilakukan evaluasi semua kegiatan pergerakan masing-masing Pokja ini bisa lebih baik, dan masyarakat juga bisa merasakan langsung dampak kegiatan ini, khususnya nanti apa yang menjadi lomba bisa dilihat langsung dan masyarakat bisa ada partisipasi harapan seperti itu kemudian dengan berkumpulnya 20 kecamatan, tentu ini harapannya berdampak peningkatan ekonomi masyarakat khususnya yang ada di Kota Bangun,” pungkas Arianto. (*/kk)
Editor: Aspian Nur