Kepala Ranting Solok Api Paidi menyebutkan kekeringan sumber air ini terjadi sejak 1 Oktober lalu, dan sampai saat ini Water Treatment Plant (WTP) Solok Api dengan kapasitas 20 liter perdetik tidak bisa mengolah air dan mendistribusikannya kepada pelanggan.
"Sumber air di sungai perbatasan Balikpapan - Samboja Barat, sejak 1 Oktober lalu hingga sekarang belum bisa mengolah air karena kering," kata Paidi kepada Korankaltim.com, Kamis (5/10/2023).
Sebelum mengalami kekeringan, Ranting Solok Api masih sempat beroperasi setiap 2 jam, namun sejak 1 Oktober tadi sudah tidak bisa dilakukan. Karena itu mereka mengajukan pengadaan unit mobil tangki agar bisa tetap mendistribusikan air ke warga menyikapi kondisi kemarau seperti sekarang ini.
"Solok Api melayani 1.044 pelanggan, sementara saat ini mobil tangki banyak yang rusak jadi kami ajukan tahun depan baru ada tangki, sementara ini masyarakat memanfaatkan sumur-sumur lama dan ada bantuan pihak perseorangan yang membantu warga," papar Paidi.
Diharapkan kemarau segera berakhir, karena dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya hanya berlangsung selama tiga hari, namun untuk tahun ini sudah berlangsung lima hari.
"Mudahan hujan turun, yang pasti kami tetap rutin ke lapangan untuk memastikan ketersediaan air ke warga dan pengecekan kondisi sungai sebagai sumber air baku," tutup Paidi.
Editor: Aspian Nur