Seperti diketahui, rumput lapangan di stadion yang jadi home base klub sepakbola Mitra Kukar itu rusak akibat puluhan ribu penonton hadir dua hari berturut-turut untuk menyaksikan Kukarland Festival yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ajang itu sendiri mencatatkan prestasi yang diberikan Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan penggunaan pesapu ikat kepala khas Kutai terbanyak dalam satu even ini.
Kepala Dispar Kutai Kartanegara Slamet Hadiraharjo menegaskan perbaikan rumput stadion sudah dianggarkan dan pemkab siap memperbaiki karena memang aset tersebut sepenuhnya milik pemerintah kabupaten. "Bukan Dinas Pariwisata lho ya, secara keseluruhan pemkab dan ini aset bersama, namun kan memang selama ini pengelolaannya yang berwenang ialah Dispora," kata Slamet kepada korankaltim.com, Jumat (29/9/2023).
Slamet mengungkapkan kerusakan rumput lapangan bukan sepenuhnya dikarenakan akibat penyelenggaraan Kukarland Festival. Menurutnya rumput stadion dalam beberapa bulan terakhir memang mengalami kekeringan dikarenakan kondisi kemarau.
"Jadi rumput itu kalau dirawat dengan baik justru tidak rusak walau diinjak-injak, tapi saat kegiatan berlangsung rumputnya sebagian kering dan sebagiannya sudah setengah mati, seandainya kondisi rumput bagus dengan dirawat rutin saya yakin tetap baik-baik saja," papar Slamet.
Justru dengan adanya Kukarland Festival selain mengembalikan daya tarik Kukar sebagai daerah kaya budaya dan seni pertunjukan, juga keberadaan aset dan infrastruktur stadion Aji Imbut yang selama ini kurang maksimal dilakukan perawatan akhirnya bisa dilakukan perawatan dengan cara dibersihkan secara menyeluruh.
"Justru bersyukur, jadi akhirnya diperhatikan kursi-kursi dan kotoran-kotoran yang ada di tribun kami bersihkan jadi positif pemanfaatan aset stadion selama ini yang kurang maksimal justru terbantu dirawat dengan adanya event Kukarland Festival kemarin," tutup Slamet.
Editor: Aspian Nur