Sayangnya, tradisi adat turun temurun tersebut kesakralannya berkurang karena ada Sebagian warga yang lebih memilih membungkus makanan yang disediakan untuk dibawa pulang daripada dimakan bersama-sama di lokasi yang sudah ditentukan.
Sekadar diketahui, arti Beseprah ialah raja Kutai menyajikan hidangan untuk rakyatnya dan kemudian duduk untuk makan Bersama sehingga tidak ada batasan dari pihak kerajaan dengan rakyatnya.
Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Adji Pangeran Ades Carita Buana mengatakan, tradisi ini sudah sejak lama dan turun temurun dilakukan oleh pihak kesultanan sebagai wujud syukur dan dekatnya raja bersama-sama rakyatnya dengan bersantap hidangan bersama-sama sambil duduk bersila pada waktu dan tempat yang sama.
"Sudah tradisi sejak nenek boyok kami terdahulu, jadi Yang Mulia Raja menyajikan hidangan untuk rakyatnya, dimakan bersama-sama, namun di era sekarang ini pihak kesultanan berkolaborasi dengan pemkab, seperti sekarang inilah Beseprah itu," kata Ades kepada Korankaltim.com, Selasa (26/7/2023).
Dalam prosesi nya, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mengawali makan Beseprah ini dengan memukul kentongan bersama Bupati Edi Damansyah, Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid dan unsur Forkopimda. Ketua Panitia Erau Adat Pelas Benua H Heriansyah sebelumnya telah menyampaikan dan menjelaskan makna Beseprah kepada masyarakat. Pada saat sedang makan bersama-sama juga sesekali pihak panitia mengingatkan kepada masyarakat dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir agar duduk bersama-sama menyantap hidangan yang telah disajikan, tidak diperbolehkan membungkus untuk kemudian dibawa pulang.
"Saya kurang mengetahui isi surat edaran dari Pemda itu seperti apa (boleh dibungkus atau tidak) namun kalau sudah ada peringatan dari panggung tadi supaya jangan dibungkus ya sebaiknya dipatuhi ya kita habisi makan duduk sama-sama, agar makna sesungguhnya Beseprah ini tidak berkurang," ungkap Ades.
Leli, warga Tenggarong yang ikut Beseprah tidak menampik kalau ia membawa bungkusan makanan untuk dibawa pulang karena mengikuti para ASN Pemkab Kukar yang juga melakukan hal serupa.
"Sudah bukan rahasia umum lagi, saya mebungkus ini ya karena orang dinas juga seperti itu makanya cepat habis makanan Beseprah, pas sudah dibunyikan kentongan ada yang asyik makan sebagian juga ada yang menyiapkan bungkusan bawa pulang. Ya dari pada mubazir mending bawa pulang bisa untuk makan anak di rumah," ucap ibu tiga anak ini.
Editor: Aspian Nur