Puluhan rumah penduduk yang berada di dalam gang yaitu Gang 6, Gang Madu dan Gang Family Jalan Maduningrat dan Jalan Danau Semayang terbakar imbas musibah ini.
Dihimpun dari keterangan resmi pihak Kelurahan Melayu serta info dari warga terdampak, api berasal dari rumah yang ditempati Sunardianto, warga RT 13.
Di RT tersebut, laporan sementara yang terdampak ada lima rumah pribadi dan satu rumah bangsalan tiga pintu dengan jumlah jiwa terdampak Sunardianto 8 jiwa, Erwin 4 jiwa, Sumardi 4 jiwa, Samani 4 jiwa, Timah 1 jiwa dan bangsalan milik Sarno 2 kepala keluarga (KK) 5 jiwa.
Di RT 16 laporan sementara 9 sembilan rumah pribadi dan satu bangsalan masing-masing Adrianur 4 jiwa, rumah kosong, Ayi Tatang 4 jiwa, Sam'ah 3 jiwa, Suswani 2 jiwa, Zebransyah 4 jiwa, Ahmad Riyani 4 jiwa, Junarto 4 jiwa, Aw. Hendra 5 jiwa serta bangsalan yang dihuni Sugianto 5 jiwa serta Rempit 4 jiwa.
Di RT 14, laporan sementara tiga rumah pribadi serta satu rumah bangsalan 3 pintu, 1 rusak ringan yang milik Nawi yang ditempati Rukayah 2 jiwa, Marno, rumah milik lmarhum Muslim 1 jiwa serta bangsalan almarhum Syahminan 6 KK penyewa.
"Satu jam setengah api berhasil dipadamkan sekitar pukul tiga, infonya dari korsleting listrik," jelas Sekretaris RT 13, Andi kepada korankaltim.com, Senin (25/9/2023).
Sebagai informasi ada satu bangunan gereja yang terdampak rusak ringan dari musibah kebakaran ini. Ditemui di lokasi kebakaran, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar Fida Hurasani mengungkapkan kendala yang dihadapi adalah sumber air dan akses masuk kendaraan karena kawasan padat penduduk.
"Kendala lokasi padat dan bangunan rumah semuanya kayu, jalan sempit dan sumber air, 1,5 jam upaya pemadaman. Kami masih bisa manfaatkan sumber air dari anak sungai, bahkan untuk akses yang dari Danau Semayang airnya bercampur lumpur, mesin jebol satu, karena bnyak lumpur. Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki petugas dari kepolisian," tegas Afe, sapaan akrab Fida Hurasani.
Editor: Aspian Nur