Ketua Panitia Erau 2023, Heriansyah menjelaskan, makna dari Beluluh Sultan yaitu Sultan akan menyucikan dirinya atau membersihkan dirinya dari energi-energi negative dengan harapan Sultan dalam melaksanakan prosesi Erau ini bisa berjalan sesuai dengan tahapan pakemnya adat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
"Nah prosesi ini sendiri kemarin sudah dilakukan khataman Al-Quran kemudian doa haul jama' yang dilakukan oleh kerabat beserta para tokoh agama dan para habaib, dimana memang maksud dan tujuannya adalah bagaimana mendoakan para sultan-sultan terdahulu yang sudah berpulang ke Rahmatullah maupun kerabat yang telah meletakkan pondasi adat istiadat serta budaya di kesultanan," ungkapnya.
Disinggung persiapan Erau, Heriansyah menegaskan pada sebulan sebelumnya sudah dilakukan beberapa persiapan seperti pembuatan replika naga. "Naga bini dan naga laki di samping Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara, nah itu sudah disiapkan dan hari ini naga itu sudah siap. Jadi sebelum menyiapkan itu tentu ada ritual besawai dulu kiri dan kanan itu yang dilakukan oleh Sultan bahwa naga ini dibuat dalam rangka nanti untuk mengembalikan naga ini ke Kutai lama," jelasnya.
Dirinya berharap untuk Erau tahun ini bisa berbeda dengan Erau tahun lalu. Jika Erau tahun lalu pelaksanaan sepenuhnya diserahkan kepada pihak kesultanan, pada Erau tahun ini kolaborasi antara kesultanan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
"Nah tentu terkait dengan UMKM-nya kemudian utusan-utusan rakyat yang lainnya ini dikoordinir oleh OPD teknis, tapi ritual adatnya yang sudah pakem daripada kesultanan itu tetap menjadi ranahnya di kesultanan dan kita laksanakan selama proses Erau berlangsung," bebernya.
Pesta Adat Erau dimulai dari 24 September sampai 2 Oktober 2023 yang ditandai dengan mendirikan tiang ayu sampai nanti merebahkan tiang ayu. Dalam penjelasannya, Bupati Kukar Edi Damansyah yang turut hadir pada prosesi Beluluh Sultan ini menegaskan, pesta Erau ini Pemerintah Kukar bekerja sama dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Edi berharap pada momentum ini juga bisa memberikan ruang kepada 20 Kecamatan mengirimkan kelompok-kelompok utusan untuk menampilkan seni tari yang sudah dibina selama ini di kecamatan-kecamatan. "Juga kami memberikan ruang kepada para pelaku usaha baik itu ekonomi kreatif maupun para pelaku usaha mikro kecil," ujar Edi.
Editor: Maruly Zainuddin