Dikatakan Edi, pekerjaan menara Tuah Himba ini akan rampung pada akhir tahun. Jika dilihat dari uji coba yang telah dilakukan secara umum sudah berjalan baik, meski masih akan ada penambahan beberapa ornamen seperti pagar, termasuk air mancur.
“Makanya malam ini kita tes ternyata belum bisa kita resmikan, tapi ada pembiayaan lagi yang akan ditambahkan di APBD perubahan untuk nilainya,” kata Edi.
Secara fisik bangunan, menara Tuah Himba ini sudah rampung, hanya tinggal tahapan akhir penyempurnaan saja dengan ada beberapa tambahan lagi.
“Kawasan itu etam (kita) merancang untuk kawasan publik, jadi nanti di situ ada kawasan kuliner pujasera (pusat jajanan serba ada), jadi itu untuk mewadahi fasilitasi pelaku usaha mikro yang selama ini sudah aktif di Tenggarong, tapi banyak tempatnya masih mencar-mencar, jadi salah satu kita persiapkan di kawasan Landmark itu,” jelasnya.
Ketika ditanya kenapa bentuk menara Tuah Himba tidak sama persis dengan tampilan konsep awal, Edi menegaskan hal tersebut terkait teknis, karena saat awal tampilannya masih berupa visual.
“Jadi kalau visual itu diwujudkan nyatanya ya mungkin ada lah bedanya. Tetapi kan esensi yang mendasar tidak hilang seperti makna-makna yang dituangkan di filosofi tidak akan hilang, karena memang itu dulu dirancang bukan berdiri sendiri, artinya ide dari kami Pemerintah Kabupaten, tapi itu kan hasil dari sayembara yang dilaksanakan oleh kawan-kawan media juga pada waktu itu,” tegasnya.
Editor: Maruly Zainuddin