Menyikapi hal ini, muncul aspirasi dari masyarakat yang dituangkannya dalam media social Facebook yakni Achmad Karni dengan celotehan ‘Yupa, simpan saja sisanya di IKN.
Kami ikut sedih, kebakaran museum nasional di Jakarta kemaren. Diduga salah satu yg mungkin rusak adalah Yupa, prasasti tentang Kerajaan Kutai Hindu tertua di Muara Kaman. Ini bukti kerajaan tertua di Nusantara. Abad ke4-16, alias 12 abad. #kerajaan majapahit saja hanya 3 abad.
Anggota Komisi III DPRD Kutai Kartanegara Saparuddin Pabonglean mengungkapkan rasa prihatin atas musibah kebakaran tersebut dan menyebut seharusnya barang bersejarah yang punya nilai historis bagi setiap daerah itu harus betul-betul standar tinggi pengamanannya.
“Apalagi Museum Nasional itu harusnya punya standar sendiri untuk pengamanan kalaupun gedung boleh terbakar tapi aset ataupun koleksi yang ada di dalam harusnya ada standar pengamanan sendiri yang seharusnya bisa sehingga tidak bisa terbakar,” kata Saparuddin kepada korankaltim.com, Senin (18/9/2023).
Apa yang terjadi saat ini, sehingga ada muncul ide pemindahan, Saparuddin beranggapan hal tersebut bagus-bagus saja dan pada prinsipnya dirinya setuju kalau mau dipindahkan di IKN, terlebih lagi kalau dipindahkan kembali ke Kerajaan Kutai Kartanegara yaitu di Museum Mulawarman Tenggarong.
“Tapi tentu juga jangan sampai hanya memindahkan barangnya tapi pemeliharaan perawatan dan juga pengamanannya lebih di bawah standar lagi. Artinya itu juga harus dipikirkan,” terangnya.
“Dimanapun Yupa harus aman itulah yang paling pertama jangan terulang, karena disini juga bisa terbakar kalau disini standar pengamanannya tidak sesuai dengan yang seharusnya saya kira prinsipnya ingin menyelamatkan seluruhnya apalagi barang yang punya nilai historis apapun itu bentuknya dan saya kira itu ide bagus, tapi bagaimana melakukan standarisasi pengamanan aset yang berharga seperti itu,” pungkas Saparuddin.
Editor: Aspian Nur