Dari berbagai pentas seni dan pertunjukan yang menampilkan adat budaya khas Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rangka perayaan HUT ke- 241 Kota Tenggarong ini, ada satu lomba yang paling memikat Bupati Kukar, Edi Damansyah.
"Lomba miskat (pakaian Kutai) yang paling buat saya terkesan, camat dan kepala instansi beserta istri masih ada sisa-sisa daya tarik lenggak-lenggok berjalan tegak (seperti) model jua waktu muda," kata Edi saat menyampaikan sambutan.
Edi juga berkesempatan memberikan berbagai macam penghargaan kepada perangkat daerah dan pihak media massa yang turut berperan menjadi salah satu dari lima daerah di Indonesia yang meraih penghargaan keterbukaan informasi publik yang digagas oleh Kompas TV dengan penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Kominfo di Jakarta beberapa waktu lalu.
Atas suksesnya gelaran FKR tahun ini, Edi berharap tahun depan bisa dilaksanakan lebih meriah lagi. Ia meminta untuk lomba busana miskat tidak hanya diikuti kepala instansi dan para camat saja, namun juga kepala desa beserta istrinya. "Kalau tidak bisa 193 desa ya paling tidak ada perwakilan desa-desa dari masing-masing 20 kecamatan," ujar Edi.
Dirinya memastikan bukan hanya kawasan stadion Rondong Demang saja yang berdampak mengalami peningkatan perputaran ekonomi efek dari kegiatan FKR, tapi di semua kawasan Tenggarong juga pasti berdampak.
Pada kesempatan ini pula, Edi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada kepala dinas, camat, kepala desa, lurah berkaitan dengan kualitas pelayanan publik yang sudah dilaksanakan hingga hari ini. "Tentunya kebijakannya sudah kita tetapkan 'disapa' digitalisasi pelayanan publik. Ditetapkan pada Perda Nomor 6 tahun 2021," jelasnya.
Keterangan foto: Bupati Kukar saat menyampaikan sambutan di penutupan FKR 2023 (Heri/kk)